Aturan permainan olahraga tenis dengan badminton memang tak jauh berbeda. Setiap pemainnya memegang raket. Ia mesti berupaya mengarahkan bola dengan raketnya agar lawannya tak dapat mengembalikannya. Misalnya, men-smashnya ke suatu sudut lapangan sehingga lawannya tak dapat menjangkaunya. Bola pun tak boleh mengenai net. Dapat dimainkan oleh pria dan wanita juga, ataupun single maupun double. Dalam beberapa hal, terdapat perbedaan kedua olahraga ini. Berikut perbedaannya.

Gambar 1. Tenis dan Badminton

Raket dan Bola. Pernahkah kita memegangnya? Berat raket teniss tiga kali berat. Beratnya biasanya berkisar diantara 240 hingga 370 gram. Selain itu, kekencangan senarnya disetel agar jauh lebih kuat. Tentu saja, karena digunakan untuk memukul bola yang jauh lebih berat dan lebih padat dibandingkan shuttlecock. Desain keduanya pun berbeda. Tentu saja, karena digunakan untuk memukul bola yang berkarateristik berbeda.

Bola tenis 10 kali lebih berat dibandingkan shuttlecock. Beratnya berkisar diantara 56 hingga 59 gram. Mengacu kepada berat raket dan bola tenis, untuk bermain olahraga ini memang sangat membutuhkan stamina dan kekuatan fisik yang lebih bugar dibandingkan bermain badminton. Dan lagi, seorang petenis pun mesti memukul bola dengan sangat keras dengan fisiknya. Tanpa stamina dan fisik yang bugar, biasanya lawan mudah mengalahkannya.

Sepatu Kedua Olahraga ini Pun Berbeda. Sepatu tenis dirancang sedemikian rupa agar petenis lebih nyaman dan leluasa berlari baik secara vertikal maupun horizontal. Seorang petenis mesti berlari kesana-kemari saat bertanding. Sedangkan sepatu badminton dirancang sedemikian rupa agar pebadminton dapat lebih nyaman dan leluasa meloncat dan bergerak secara vertikal maupun horizontal. Memang, seorang pebadminton lebih banyak meloncat saat bertanding untuk men-smash shuttlecock dibandingkan petenis yang meloncat untuk men-smash bola.

Ukuran Lapangan. Ukuran lapangan tenis lebih besar dibandingkan badminton. Pemainnya mesti menjangkau area lapangan yang lebih luas. Karenanya, sekali lagi, membutuhkan stamina dan fisik yang bugar berlari-lari di atas lapangan untuk mengejar dan mengembalikan bola ke lawannya. Terlebih, menenteng raket yang lebih berat.

Fokus Permainan. Permainan badminton biasanya berjalan lebih cepat. Hal ini menjadi salah satu keseruannya. Misalnya, seorang pebadminton yang men-smash shuttlecock berkali-kali namun masih dapat dikembalikan lawannya. Nah, dengan demikian, dibandingkan olahraga tenis, olahraga badminton, lebih membutuhkan akurasi, konsentrasi, kegesitan dan kelenturan tubuh. Tanpa hal-hal ini, seorang pebadminton mudah dikalahkan. Perubahan skornya pun biasanya lebih cepat. Sedangkan seorang petenis, seperti yang sudah disebutkan, sangat membutuhkan stamina dan kekuatan fisik yang lebih bugar.

Demikian, perbedaan tenis dengan badminton. Masing-masing menawarkan nilai-nilai dan tantangan olahraga yang berbeda. Bagi masyarakat Indonesia umumnya, lebih gemar bermain badminton. Sedangkan di Amerika dan di kebanyakan negara Eropa, tenis memang lebih populer. Semoga tulisan ini menambah wawasan kita tentang seluk beluk dan seputar kedua olahraga tersebut.