Bulutangkis / badminton

mirjamarioDiperbarui
2 Minions : kalah tetap menjadi raja bertahan
Andalan indonesia Dua minions Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon gagal menyapu bersih gelar juara turnamen super 1.000 setelah keok di Tiongkok Terbuka 2018. The Minions keok di babak semifinal di tangan pasangan tuan rumah Han Chengkai/Zhou Haodong. Mereka takluk dengan score, 21-19, 11-21, 16-21, Sabtu (22/9/2018). Hal senada disampaikan Marcus, bahwa dia dan Kevin mencoba untuk tampil tanpa beban meski diakui tidak mudah karena datang sebagai juara bertahan. Kekalahan ini sekaligus membuat duet "Minions" gagal mengokohkan gelar juara yang diraih tahun lalu. Sementara pada babak final Minggu (23/9) besok, Han/Zhou bakal berhadapan dengan pemenang laga antara Chen Hung Ling (Taiwan) vs Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark). Mereka mengaku tak menyangka bisa mengalahkan Kevin/Marcus. Padahal saat ini ganda putra andalan Indonesia itu menjadi salah satu pasangan yang paling sulit ditaklukkan lawan. "Kevin/Marcus belum pernah bertemu kami, jadi mungkin mereka tidak terlalu tahu permainan kami. Kami merasa koordinasi kami di lapangan cukup bagus sehingga bisa mengalahkan mereka," kata He, dikutip dari rilis yang diterima INDOSPORT. Sekadar informasi, Marcus/Kevin sebelumnya sudah menyabet dua gelar turnamen perorangan level 2 BWF, tepatnya pada ajang All England 2018 dan Indonesia Open 2018. Sekian dulu pembahan saya sahabat sport semua, untuk pembahan selanjutnya akan kita bahas pada pertemuan selanjutnya. #Keep spirit dan salam sport mania#
0.00
7
0
nasrycibro
Jonatan Christie persembahkan medali emas bagi Indonesia
jakarta, 28/8 (Antara) - Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mempersembahkan medali emas bagi Indonesia setelah menaklukkan pemain asal Chinese Taipei Chou Tien Chen, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa siang. Jonatan Christie menjawab penantian panjang Indonesia selama 12 tahun dengan menjuarai nomor tunggal putra Asian Games 2018 setelah kemenangan Taufik Hidayat tahun 2006 lalu. Jonatan harus melakoni tiga gim untuk meraih kemenangan dengan skor 21-18, 20-22, 21-15. Game pertama berlangsung ketat. Jonatan dan Chou Tien saling ngotot untuk mencetak angka. Kejar mengejar angka pun tidak bisa dihindarkan. Pukulan Chou Tien yang tipis melewati net gagal dikembalikan Jojo. Jojo, demikian ia akrab disapa membalas dengan smes tajam sehingga kembali unggul 9-8, dan terus unggul 13-10. Chou Tien yang merupakan juara Singapura Terbuka 2018 itu berhasil menyusul Jojo menjadi 15-15. Namun, Jojo kembali memimpin permainan 20-17. Jojo butuh satu angka lagi untuk memegang gim pertama. Tetapi pukulannya Jojo malah menabrak sehingga memberi angka bagi lawan. Chou Tien menambah angka dari smes kerasnya yang gagal dikembalikan Jojo. Pukulan Chou Tien yang menabrak net akhirnya memberikan gim pertama untuk Jonatan. Gim kedua direbut oleh Chou Tien setelah Jonatan gagal menggunakan kesempatan emas di poin kritis. Chou Tien memang tampil lebih dominan sejak awal gim kedua. Jojo tertinggal 5-10. Perlahan tapi pasti, Jojo mencoba menembus pertahanan Chou Tien dengan pukulan-pukulan tajam sehingga skor menjadi 5-11. Chou Tien masih memimpin gim kedua. Namun Jojo tidak patah semangat. Pemain berusia 20 tahun itu mengejar hingga skornya hampir menyamai lawan 11-12. Sayangnya, di gim kedua pukulan Jojo kerap kali menabrak net. Jojo kembali tertinggal 16-20. Pada poin kritis tersebut, Jojo berhasil memperpanjang nafasnya dan mencegah Chou Tien menambah satu angka. Jojo menyusul 20-20. "Jojo bisa.. Jojo bisa.. Jojo bisa" teriak ribuan peononton di Istora Senayan. Chou Tien membalas dengan smes keras yang sulit dikendalikan Jonatan. Suasana di Istora Senayan pun semakin tegang. "Abisin.. abisin.. abisin" teriak penonton. Jonatan lalu melancarkan smes keras yang menabrak net. Jonatan gagal menyelamatkan gim kedua. Skor 20-22. Gim ketiga berlangsung semakin panas. Awal gim yang berlangsung ketat berhasil diatasi Jojo. Ia memimpin skor 11-7. Jojo tidak terkejar lagi 10-17 dan meskipun Chou Tien sempat menambah beberapaangka, Jonatan akhirnya memenangkan gim ketiga. Jojo melakukan selebrasi dengan membuka bajunya. Penonton langsung berdiri memberikan tepuk tangan paling meriah untuk sang juara! "Indonesia.. Indonesia.. Indonesia" teriak penonton
0.00
0
1

risyuwonoDiperbarui
Ginting AS versus Axelsen
Anthony Sinisuka Ginting, born on October 20, 1996, is the top-ranked player in Indonesia's badminton men's singles, while Viktor Axelsen is a Danish badminton player born January 4, 1994. Compared to they rank at the moment, Axelsen is ranked 1st in the world, while Ginting is ranked 13. During his badminton career, Axelsen won 294 matches, while Ginting 130 matches. Despite being ranked in the rankings but the second meeting record, before the China Open tournament, is 1-1. The first meeting of the two players, at the TOTAL BWF SUDIRMAN CUP 2017 tournament on May 24, 2017, with a victory for Ginting running in 3 sets 13-21, 21-17, 21-14. The second meeting took place some time ago at the DAIHATSU YONEX JAPAN OPEN 2018 tournament, on September 14, 2018, this time Ginting lost 2 sets straight 17-21, 15-21. A week later, the two players met for the third time at the 2018 China Open tournament, precisely on September 20, 2018. The two met in the second round. In the first round, Ginting defeated former world best player Lin Dan, and Axelsen defeated Phetpradab Khosit from Thailand. The third meeting between Ginting and Axelsen was exciting. The two players followed each other's numbers since the first set, although in the break, Axelsen got the points 11 first, Ginting finally won the first set with 21-18. The second set returned to a fierce start from the start, and Axelsen returned get points 11. After the break, Ginting regained points and outperformed the points ahead of the end of the second set. Finally, Ginting managed to close the second set with a number of 21-17, while ensuring to advance to the next round. The match lasts for 45 minutes.
0.00
3
6