Bulutangkis / bulutangkis indonesia

rahadian
Liliana Natsir, Sosok Inspirasi Atlet-Atlet Indonesia
Lliliana Natsir, atau akrab disapa Butet telah gantung raket dari olahraga yang membesarkan namanya. Pertandingan final di ajang Indonesia Master 2019 menjadi laga terakhirnya Setelah pensiun, Butet mengutarakan bahwa ia siap membantu tim Indonesia bila dibutuhkan untuk memotivasi dan membina para pebulutangkis muda. Hal ini ia utarakan saat bertemu dengan Joko Widodo di Istana Presiden pada tanggal 29 Januari 2019. Ia didampingi oleh Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga. “Setelah ini mungkin jika saya dibutuhkan untuk membantu memotivasi adik-adik, saya siap kesana”, tuturnya. Dalam acara pertemuan tersebut, selain untuk menyampaikan bahwa dirinya telah gantung raket, Butet pun berdiskusi dengan Pak Presiden terkait persiapan cabang olahraga bulutangkis dalam ajang Olimpiade 2020 Tokyo. Ia pun berharap agar para pebulutangkis mampu mampu mempertahankan tradisi meraih emas dalam pentas olahraga akbar tersebut. “Saya berpesan kepada kepada atlet muda yang akan mewakili Indonesia di Olimpiade 2020 mendatang agar dapat mempertahanan tradisi emas”, tuturnya. Butet pun berharap juga agar prestasinya bisa memotivasi mereka ”Semoga prestasi saya bisa memotivasi adik-adik untuk lebih berprestasi untuk membawa nama bangsa dan negara di kancah internasional”, tuturnya. Berpasangan dengan Tontowi Ahmad atau akrab disapa Owi, Butet-Owi membawa pulang emas Olimpiade 2016 Rio. Dalam pandangan Pak Presiden, Butet menjadi contoh olahragawan yang patut dicontoh dan juga menjadi sumber inspirasi bagi para atlet Indonesia. “Saya kira inilah yang seharusnya dijadikan inspirasi”, tutur Jokowi. “Nilai-nilai sebuah prestasi bagi pebulutangkis muda yang masih junior dan yang masih muda-muda untuk berprestasi sebagai Liliana”, tambahnya. Selama masih aktif bermain dan berpasangan dengan Owi, Butet-Owi menjadi pasangan campuran yang sangat diperhitungkan. Pasangan ini pun telah mempersembahkan beragam gelar juara untuk Indonesia. Pensiunnya Butet tentunya membuat Owi memiliki pasangan baru di atas lapangan. Perpisahan ini pun membuatnya mengucurkan air mata. Sayangnya, para pertandingan pamungkasnya, tak berhasil memenangkan laga. Beberapa pebulutangkis dunia pun menuturkan apresiasinya dengan kepergiannya dari dunia bulutangkis. Salah satunya yaitu Chen Qichen, pemain asal China. Menurutnya, teknik bermain Butet di depan net sangat baik. Ia ingin mempelajarinya lebih jauh. Christina Pedersen, pemain asal Denmark, turut menyampaikan apresiasi juga. Ia menuturkan bahwa dirinya merasa sangat bersyukur pernah bertanding melawannya. Bahkan, Tottenham Hotspur yang merupakan klub sepakbola asal Inggris, turut juga menuturkan bahwa Butet adalah salah satu pebulutangkis terhebat. Kini, Butet tak akan lagi berada di lapangan untuk bertanding. Ia pun tentunya tak akan lagi memegang raket untuk bertanding.. Nah, apakah bersama pasangannya yang baru, Owi akan tetap akan menjadi pasangan campuran Indonesia yang tangguh dan juga disegani? Semoga saja demikian...
0.00
8
1

rahadian
Liliana Natsir, Sosok Inspirasi Atlet-Atlet Indonesia
Lliliana Natsir, atau akrab disapa Butet telah gantung raket dari olahraga yang membesarkan namanya. Pertandingan final di ajang Indonesia Master 2019 menjadi laga terakhirnya Setelah pensiun, Butet mengutarakan bahwa ia siap membantu tim Indonesia bila dibutuhkan untuk memotivasi dan membina para pebulutangkis muda. Hal ini ia utarakan saat bertemu dengan Joko Widodo di Istana Presiden pada tanggal 29 Januari 2019. Ia didampingi oleh Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga. “Setelah ini mungkin jika saya dibutuhkan untuk membantu memotivasi adik-adik, saya siap kesana”, tuturnya. Dalam acara pertemuan tersebut, selain untuk menyampaikan bahwa dirinya telah gantung raket, Butet pun berdiskusi dengan Pak Presiden terkait persiapan cabang olahraga bulutangkis dalam ajang Olimpiade 2020 Tokyo. Ia pun berharap agar para pebulutangkis mampu mampu mempertahankan tradisi meraih emas dalam pentas olahraga akbar tersebut. “Saya berpesan kepada kepada atlet muda yang akan mewakili Indonesia di Olimpiade 2020 mendatang agar dapat mempertahanan tradisi emas”, tuturnya. Butet pun berharap juga agar prestasinya bisa memotivasi mereka ”Semoga prestasi saya bisa memotivasi adik-adik untuk lebih berprestasi untuk membawa nama bangsa dan negara di kancah internasional”, tuturnya. Berpasangan dengan Tontowi Ahmad atau akrab disapa Owi, Butet-Owi membawa pulang emas Olimpiade 2016 Rio. Dalam pandangan Pak Presiden, Butet menjadi contoh olahragawan yang patut dicontoh dan juga menjadi sumber inspirasi bagi para atlet Indonesia. “Saya kira inilah yang seharusnya dijadikan inspirasi”, tutur Jokowi. “Nilai-nilai sebuah prestasi bagi pebulutangkis muda yang masih junior dan yang masih muda-muda untuk berprestasi sebagai Liliana”, tambahnya. Selama masih aktif bermain dan berpasangan dengan Owi, Butet-Owi menjadi pasangan campuran yang sangat diperhitungkan. Pasangan ini pun telah mempersembahkan beragam gelar juara untuk Indonesia. Pensiunnya Butet tentunya membuat Owi memiliki pasangan baru di atas lapangan. Perpisahan ini pun membuatnya mengucurkan air mata. Sayangnya, para pertandingan pamungkasnya, tak berhasil memenangkan laga. Beberapa pebulutangkis dunia pun menuturkan apresiasinya dengan kepergiannya dari dunia bulutangkis. Salah satunya yaitu Chen Qichen, pemain asal China. Menurutnya, teknik bermain Butet di depan net sangat baik. Ia ingin mempelajarinya lebih jauh. Christina Pedersen, pemain asal Denmark, turut menyampaikan apresiasi juga. Ia menuturkan bahwa dirinya merasa sangat bersyukur pernah bertanding melawannya. Bahkan, Tottenham Hotspur yang merupakan klub sepakbola asal Inggris, turut juga menuturkan bahwa Butet adalah salah satu pebulutangkis terhebat. Kini, Butet tak akan lagi berada di lapangan untuk bertanding. Ia pun tentunya tak akan lagi memegang raket untuk bertanding.. Nah, apakah bersama pasangannya yang baru, Owi akan tetap akan menjadi pasangan campuran Indonesia yang tangguh dan juga disegani? Semoga saja demikian...
0.00
8
1

rahadian
Liliana Natsir, Sosok Inspirasi Atlet-Atlet Indonesia
Lliliana Natsir, atau akrab disapa Butet telah gantung raket dari olahraga yang membesarkan namanya. Pertandingan final di ajang Indonesia Master 2019 menjadi laga terakhirnya Setelah pensiun, Butet mengutarakan bahwa ia siap membantu tim Indonesia bila dibutuhkan untuk memotivasi dan membina para pebulutangkis muda. Hal ini ia utarakan saat bertemu dengan Joko Widodo di Istana Presiden pada tanggal 29 Januari 2019. Ia didampingi oleh Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga. “Setelah ini mungkin jika saya dibutuhkan untuk membantu memotivasi adik-adik, saya siap kesana”, tuturnya. Dalam acara pertemuan tersebut, selain untuk menyampaikan bahwa dirinya telah gantung raket, Butet pun berdiskusi dengan Pak Presiden terkait persiapan cabang olahraga bulutangkis dalam ajang Olimpiade 2020 Tokyo. Ia pun berharap agar para pebulutangkis mampu mampu mempertahankan tradisi meraih emas dalam pentas olahraga akbar tersebut. “Saya berpesan kepada kepada atlet muda yang akan mewakili Indonesia di Olimpiade 2020 mendatang agar dapat mempertahanan tradisi emas”, tuturnya. Butet pun berharap juga agar prestasinya bisa memotivasi mereka ”Semoga prestasi saya bisa memotivasi adik-adik untuk lebih berprestasi untuk membawa nama bangsa dan negara di kancah internasional”, tuturnya. Berpasangan dengan Tontowi Ahmad atau akrab disapa Owi, Butet-Owi membawa pulang emas Olimpiade 2016 Rio. Dalam pandangan Pak Presiden, Butet menjadi contoh olahragawan yang patut dicontoh dan juga menjadi sumber inspirasi bagi para atlet Indonesia. “Saya kira inilah yang seharusnya dijadikan inspirasi”, tutur Jokowi. “Nilai-nilai sebuah prestasi bagi pebulutangkis muda yang masih junior dan yang masih muda-muda untuk berprestasi sebagai Liliana”, tambahnya. Selama masih aktif bermain dan berpasangan dengan Owi, Butet-Owi menjadi pasangan campuran yang sangat diperhitungkan. Pasangan ini pun telah mempersembahkan beragam gelar juara untuk Indonesia. Pensiunnya Butet tentunya membuat Owi memiliki pasangan baru di atas lapangan. Perpisahan ini pun membuatnya mengucurkan air mata. Sayangnya, para pertandingan pamungkasnya, tak berhasil memenangkan laga. Beberapa pebulutangkis dunia pun menuturkan apresiasinya dengan kepergiannya dari dunia bulutangkis. Salah satunya yaitu Chen Qichen, pemain asal China. Menurutnya, teknik bermain Butet di depan net sangat baik. Ia ingin mempelajarinya lebih jauh. Christina Pedersen, pemain asal Denmark, turut menyampaikan apresiasi juga. Ia menuturkan bahwa dirinya merasa sangat bersyukur pernah bertanding melawannya. Bahkan, Tottenham Hotspur yang merupakan klub sepakbola asal Inggris, turut juga menuturkan bahwa Butet adalah salah satu pebulutangkis terhebat. Kini, Butet tak akan lagi berada di lapangan untuk bertanding. Ia pun tentunya tak akan lagi memegang raket untuk bertanding.. Nah, apakah bersama pasangannya yang baru, Owi akan tetap akan menjadi pasangan campuran Indonesia yang tangguh dan juga disegani? Semoga saja demikian...
0.00
8
1
nasrycibro
Jonatan Christie persembahkan medali emas bagi Indonesia
jakarta, 28/8 (Antara) - Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mempersembahkan medali emas bagi Indonesia setelah menaklukkan pemain asal Chinese Taipei Chou Tien Chen, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa siang. Jonatan Christie menjawab penantian panjang Indonesia selama 12 tahun dengan menjuarai nomor tunggal putra Asian Games 2018 setelah kemenangan Taufik Hidayat tahun 2006 lalu. Jonatan harus melakoni tiga gim untuk meraih kemenangan dengan skor 21-18, 20-22, 21-15. Game pertama berlangsung ketat. Jonatan dan Chou Tien saling ngotot untuk mencetak angka. Kejar mengejar angka pun tidak bisa dihindarkan. Pukulan Chou Tien yang tipis melewati net gagal dikembalikan Jojo. Jojo, demikian ia akrab disapa membalas dengan smes tajam sehingga kembali unggul 9-8, dan terus unggul 13-10. Chou Tien yang merupakan juara Singapura Terbuka 2018 itu berhasil menyusul Jojo menjadi 15-15. Namun, Jojo kembali memimpin permainan 20-17. Jojo butuh satu angka lagi untuk memegang gim pertama. Tetapi pukulannya Jojo malah menabrak sehingga memberi angka bagi lawan. Chou Tien menambah angka dari smes kerasnya yang gagal dikembalikan Jojo. Pukulan Chou Tien yang menabrak net akhirnya memberikan gim pertama untuk Jonatan. Gim kedua direbut oleh Chou Tien setelah Jonatan gagal menggunakan kesempatan emas di poin kritis. Chou Tien memang tampil lebih dominan sejak awal gim kedua. Jojo tertinggal 5-10. Perlahan tapi pasti, Jojo mencoba menembus pertahanan Chou Tien dengan pukulan-pukulan tajam sehingga skor menjadi 5-11. Chou Tien masih memimpin gim kedua. Namun Jojo tidak patah semangat. Pemain berusia 20 tahun itu mengejar hingga skornya hampir menyamai lawan 11-12. Sayangnya, di gim kedua pukulan Jojo kerap kali menabrak net. Jojo kembali tertinggal 16-20. Pada poin kritis tersebut, Jojo berhasil memperpanjang nafasnya dan mencegah Chou Tien menambah satu angka. Jojo menyusul 20-20. "Jojo bisa.. Jojo bisa.. Jojo bisa" teriak ribuan peononton di Istora Senayan. Chou Tien membalas dengan smes keras yang sulit dikendalikan Jonatan. Suasana di Istora Senayan pun semakin tegang. "Abisin.. abisin.. abisin" teriak penonton. Jonatan lalu melancarkan smes keras yang menabrak net. Jonatan gagal menyelamatkan gim kedua. Skor 20-22. Gim ketiga berlangsung semakin panas. Awal gim yang berlangsung ketat berhasil diatasi Jojo. Ia memimpin skor 11-7. Jojo tidak terkejar lagi 10-17 dan meskipun Chou Tien sempat menambah beberapaangka, Jonatan akhirnya memenangkan gim ketiga. Jojo melakukan selebrasi dengan membuka bajunya. Penonton langsung berdiri memberikan tepuk tangan paling meriah untuk sang juara! "Indonesia.. Indonesia.. Indonesia" teriak penonton
0.00
0
1
nasrycibro
Jonatan Christie persembahkan medali emas bagi Indonesia
jakarta, 28/8 (Antara) - Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mempersembahkan medali emas bagi Indonesia setelah menaklukkan pemain asal Chinese Taipei Chou Tien Chen, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa siang. Jonatan Christie menjawab penantian panjang Indonesia selama 12 tahun dengan menjuarai nomor tunggal putra Asian Games 2018 setelah kemenangan Taufik Hidayat tahun 2006 lalu. Jonatan harus melakoni tiga gim untuk meraih kemenangan dengan skor 21-18, 20-22, 21-15. Game pertama berlangsung ketat. Jonatan dan Chou Tien saling ngotot untuk mencetak angka. Kejar mengejar angka pun tidak bisa dihindarkan. Pukulan Chou Tien yang tipis melewati net gagal dikembalikan Jojo. Jojo, demikian ia akrab disapa membalas dengan smes tajam sehingga kembali unggul 9-8, dan terus unggul 13-10. Chou Tien yang merupakan juara Singapura Terbuka 2018 itu berhasil menyusul Jojo menjadi 15-15. Namun, Jojo kembali memimpin permainan 20-17. Jojo butuh satu angka lagi untuk memegang gim pertama. Tetapi pukulannya Jojo malah menabrak sehingga memberi angka bagi lawan. Chou Tien menambah angka dari smes kerasnya yang gagal dikembalikan Jojo. Pukulan Chou Tien yang menabrak net akhirnya memberikan gim pertama untuk Jonatan. Gim kedua direbut oleh Chou Tien setelah Jonatan gagal menggunakan kesempatan emas di poin kritis. Chou Tien memang tampil lebih dominan sejak awal gim kedua. Jojo tertinggal 5-10. Perlahan tapi pasti, Jojo mencoba menembus pertahanan Chou Tien dengan pukulan-pukulan tajam sehingga skor menjadi 5-11. Chou Tien masih memimpin gim kedua. Namun Jojo tidak patah semangat. Pemain berusia 20 tahun itu mengejar hingga skornya hampir menyamai lawan 11-12. Sayangnya, di gim kedua pukulan Jojo kerap kali menabrak net. Jojo kembali tertinggal 16-20. Pada poin kritis tersebut, Jojo berhasil memperpanjang nafasnya dan mencegah Chou Tien menambah satu angka. Jojo menyusul 20-20. "Jojo bisa.. Jojo bisa.. Jojo bisa" teriak ribuan peononton di Istora Senayan. Chou Tien membalas dengan smes keras yang sulit dikendalikan Jonatan. Suasana di Istora Senayan pun semakin tegang. "Abisin.. abisin.. abisin" teriak penonton. Jonatan lalu melancarkan smes keras yang menabrak net. Jonatan gagal menyelamatkan gim kedua. Skor 20-22. Gim ketiga berlangsung semakin panas. Awal gim yang berlangsung ketat berhasil diatasi Jojo. Ia memimpin skor 11-7. Jojo tidak terkejar lagi 10-17 dan meskipun Chou Tien sempat menambah beberapaangka, Jonatan akhirnya memenangkan gim ketiga. Jojo melakukan selebrasi dengan membuka bajunya. Penonton langsung berdiri memberikan tepuk tangan paling meriah untuk sang juara! "Indonesia.. Indonesia.. Indonesia" teriak penonton
0.00
0
1
nasrycibro
Jonatan Christie persembahkan medali emas bagi Indonesia
jakarta, 28/8 (Antara) - Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mempersembahkan medali emas bagi Indonesia setelah menaklukkan pemain asal Chinese Taipei Chou Tien Chen, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa siang. Jonatan Christie menjawab penantian panjang Indonesia selama 12 tahun dengan menjuarai nomor tunggal putra Asian Games 2018 setelah kemenangan Taufik Hidayat tahun 2006 lalu. Jonatan harus melakoni tiga gim untuk meraih kemenangan dengan skor 21-18, 20-22, 21-15. Game pertama berlangsung ketat. Jonatan dan Chou Tien saling ngotot untuk mencetak angka. Kejar mengejar angka pun tidak bisa dihindarkan. Pukulan Chou Tien yang tipis melewati net gagal dikembalikan Jojo. Jojo, demikian ia akrab disapa membalas dengan smes tajam sehingga kembali unggul 9-8, dan terus unggul 13-10. Chou Tien yang merupakan juara Singapura Terbuka 2018 itu berhasil menyusul Jojo menjadi 15-15. Namun, Jojo kembali memimpin permainan 20-17. Jojo butuh satu angka lagi untuk memegang gim pertama. Tetapi pukulannya Jojo malah menabrak sehingga memberi angka bagi lawan. Chou Tien menambah angka dari smes kerasnya yang gagal dikembalikan Jojo. Pukulan Chou Tien yang menabrak net akhirnya memberikan gim pertama untuk Jonatan. Gim kedua direbut oleh Chou Tien setelah Jonatan gagal menggunakan kesempatan emas di poin kritis. Chou Tien memang tampil lebih dominan sejak awal gim kedua. Jojo tertinggal 5-10. Perlahan tapi pasti, Jojo mencoba menembus pertahanan Chou Tien dengan pukulan-pukulan tajam sehingga skor menjadi 5-11. Chou Tien masih memimpin gim kedua. Namun Jojo tidak patah semangat. Pemain berusia 20 tahun itu mengejar hingga skornya hampir menyamai lawan 11-12. Sayangnya, di gim kedua pukulan Jojo kerap kali menabrak net. Jojo kembali tertinggal 16-20. Pada poin kritis tersebut, Jojo berhasil memperpanjang nafasnya dan mencegah Chou Tien menambah satu angka. Jojo menyusul 20-20. "Jojo bisa.. Jojo bisa.. Jojo bisa" teriak ribuan peononton di Istora Senayan. Chou Tien membalas dengan smes keras yang sulit dikendalikan Jonatan. Suasana di Istora Senayan pun semakin tegang. "Abisin.. abisin.. abisin" teriak penonton. Jonatan lalu melancarkan smes keras yang menabrak net. Jonatan gagal menyelamatkan gim kedua. Skor 20-22. Gim ketiga berlangsung semakin panas. Awal gim yang berlangsung ketat berhasil diatasi Jojo. Ia memimpin skor 11-7. Jojo tidak terkejar lagi 10-17 dan meskipun Chou Tien sempat menambah beberapaangka, Jonatan akhirnya memenangkan gim ketiga. Jojo melakukan selebrasi dengan membuka bajunya. Penonton langsung berdiri memberikan tepuk tangan paling meriah untuk sang juara! "Indonesia.. Indonesia.. Indonesia" teriak penonton
0.00
0
1
0.00
2
2
0.00
2
2
0.00
2
2
0.00
4
2
0.00
4
2
0.00
4
2
0.00
4
2
0.00
4
2
0.00
4
2
0.00
14
6
0.00
14
6
0.00
14
6
0.00
8
0
0.00
8
0
0.00
8
0
Lebih banyak posting akan segera hadir. Tulis sendiri!