F1

Panas

puncakbukit
Formula E, Inovasi Balapan Tanpa Bahan Bakar
Mendengar kata formula dan kata balap, pikiran kebanyakan orang akan tertuju kepada hingar bingar balap Formula 1. Apakah kita termasuk yang demikian? Selain ajang adu cepat jet darat ini, ada banyak balapan formula lainnya. Salah satunya yaitu Formula E. Pada balapan ini, mesin digerakkan oleh tenaga listrik. Karenanya, sama sekali tak membutuhkan bahan bakar. Tanpa bahan bakar, tentunya balapan akan lebih ramah lingkungan. Selain itu, suara mesin pun jauh lebih tenang. Mesin Formula E mengeluarkan suara 80 desibel. Sedangkan mesin formula 1 mengeluarkan suara hingga 150 desibel. Balapan tak akan terdengar bising sehingga para penonton lebih nikmat menyaksikannya. Karena masih termasuk ajang adu balap baru, Formula E memang masih kalah populer dibandingkan Formula 1. Namun, seiring waktu, tentunya akan semakin dikenal masyarakat luas. Kompetisi perdananya diselenggarakan pada tahun 2014. 10 tim berpartisipasi dalam ajang ini. Sirkuit balapan mengambil di keramaian jalan di kota-kota besar, bukan di venue khusus. Kompetisi perdana ini pun menuai sambutan positif. Formula E diramaikan oleh pembalap-pembalap top dunia dari beragam ajang balap. Contohnya, Felipe Massa yang mantan pembalap Ferrari dan William yang telah pensiun dari F1 dan Pembalap dari ajang FIA World Championship. FIA World Touring Car, dan Nascar Xfinity turut berpartisipasi juga. Test driver Formula 1 turut ambil bagian juga. Nah, bagaimana spesifikasi mobil Formula E, khususnya bila dibandingkan dengan mobil Formula 1? Top speed Formula E yaitu 225 kilometer per jam. Untuk mencapai kecepatan 100 kilometer per jam, membutuhkan waktu 3 detik. Bobot mobilnya yaitu 898 kilogram. Sedangkan Top speed Formula 1 yaitu 378 kilometer per jam. Untuk mencapai kecepatan 100 kilometer per jam, membutuhkan waktu 2,3 detik. Bobot mobilnya yaitu 702 kilogram Berbicara mengenai Formula E, berbicara juga mengenai fan boost. Hal ini menjadi ciri khas ajang ini. Nah, seperti apa hal tersebut? Sesuai namanya, para fans akan memberikan vote kepada pembalap yang mereka sukai melalui situs resmi Formula E. Setiap fans memilih tiga pembalap yang mereka sukai. Pembalap yang mendapat vote terbanyak berhak mendapat tenaga tambahan sebesar 100 kilo joule. Tenaga ini digunakan pada musim paruh kedua. Hal ini tentunya akan mendorong setiap pembalap untuk menampilkan perfoma terbaiknya. Tentu saja, agar mendapatkan vote. Point pentingnya. Formula E memang menjadi inovasi adu balap ramah lingkungan. Meskipun tak secepat dan secanggih mesin sesungguhnya, mesin listrik pun menghadirkan suasana balapan yang tak kalah seru. Siapapun dapat menyaksikan dengan mudah karena berlangsung di keramaian kota Tak tertutup kemungkinan juga, mesin bertenaga listrik akan dicoba juga untuk adu balap motor ataupun adu balap lainnya. Nah,tertarikkah menyaksikan Formula E? Oleh: Rahadian (mas_rahadian@yahoo.co.id) Referensi:Harian Umum Pikiran Rakyat 24 Desember 2018 https://www.sciencefocus.com/science/head-to-head-formula-1-vs-formula-e/ https://id.wikipedia.org/wiki/Formula_E Gambar:https://cdn-5.motorsport.com/images/amp/6zloNXl2/s6/formula-e-venturi-hwa-announcement-2017-venturi-hwa-formula-e-car-6671298.jpg Lihat juga:Seri Steemit Puncak Bukit (https://steemit.com/steemit/@puncakbukit/seri-steemit-puncak-bukit-19-agustus-2018) Puncak Bukit (https://www.puncakbukit.net/) Laporan Olahraga (https://laporan-olahraga.blogspot.com/)
0.00
9
0

onadiomorleyDiperbarui
Mobil F1 Williams Dengan 6 Roda
0.00
6
1

bundachira
Pique kepada Para Pengkritik: Silakan Keluar dari Gua
Valencia - Gerard Pique menyindir para pengkritik usai Barcelona diimbangi Valencia. Bek Barca itu menilai para pengkritiknya hanya menunggu dirinya membuat kesalahan. Barca belum juga kembali ke jalur kemenangan usai hanya bermain imbang dengan Valencia di pekan kedelapan Liga Spanyol. Bertanding di Mestalla, Senin (8/10/2018) dini hari WIB, Barca dapat hasil seri 1-1. Di laga tersebut, Valencia sudah unggul saat laga baru berjalan dua menit lewat sundulan Ezequiel Garay. Keberhasilan Garay mencetak gol tak lepas dari buruknya upaya Pique dalam menghalau tendangan sudut. Baca juga: Barcelona Lagi-Lagi Kebobolan Lebih Dulu Bukan kali ini saja performa Pique disorot. Saat Barca dikalahkan tim juru kunci, Leganes, pada pekan keenam, pemain berusia 31 tahun itu juga membuat kesalahan. Berniat menyapu bola, Pique justru mengarahkannya kepada Oscar Rodriguez yang kemudian membobol gawang Barca. "Secara fisik saya merasa baik-baik saja. Meski benar kalau saya membuat kesalahan besar melawan Leganes, tapi saya merasa baik-baik saja," ujar Pique seperti dikutip Sport. "Banyak orang berharap segalanya tidak berjalan baik untuk saya dan ketika kami kebobolan, selalu saja salah Pique dan bukan cuma di Madrid." "Karena saya kritis kepada media, mereka menunggu saya (membuat kesalahan) dan membalas saya. Mereka bisa menikmatinya (saat ini), jurnalis di TV sebaiknya keluar dari gua dan menikmati sinar matahari." "Ini adalah bagian dari pertandingan. Wajar jadi veteran di lini belakang dan pemain yang sering ada di halaman depan surat kabar, karena apa yang saya lakukan dan katakan, bahwa ketika segalanya tidak berjalan baik, saya disalahkan," lanjut Pique. "Anda terbiasa dengan itu. Yang penting adalah tim menang dan kalau kami tidak kebobolan, itu jauh lebih baik," katanya menambahkan. Diimbangi Valencia, Barca pun kehilangan takhtanya di puncak klasemen Liga Spanyol. Blaugrana turun ke peringkat dua dengan 15 poin, tertinggal satu angka dari Sevilla yang ada di puncak.
0.00
2
2

Lebih banyak posting akan segera hadir. Tulis sendiri!