Jember, Tradisi Ngopi tidak bisa dilepaskan dari dari warga negara Indonesia, bahkan kebiasaan ini sudah dilakukan sejak turun-temurun oleh nenek moyang kita. Tidak lengkap rasanya jika bertandang kerumah saudara tidak disuguhi dengan secangkir kopi.

Kebiasaan itu juga dilakukan warga desa setelah makan pagi, bahkan sebelum mekan menemani lintingan rokoknya, termasuk saat para petani berangkat kesawah untuk menanam padi atau jagung pasti membawa kopi, bukan hanya di pagi hari saat sore haripun mereka biasa menum kopi.

Kebiasaan yang sudah turun temurun itulah menjadi menjadi kebiasaan anak-cucunya meminum kopi ini, sehingga ini menjadi peluang seseorang untuk berbisnis kopi, dengan membuka warung-warung kopi, di desa-desa bahkan hingga ke kota- kota besar di Indonesia.

Sejumlah kopi yang bisa diminum adalah kopi Robusta, kopi ini rasaya memang agak pait, tetapi ini disukai oleh orang desa, sedangkan jenis kopi yang lain adalah kopi Arabika dan rasanya agak asam.

Sejumlah kopi Arabika harganya memang sedikit agak mahal pasalnya kopi ini membutuhkan lahan yang cukup tinggi, minimal harus ditanam di daratan diatas 1000 meter dari permukaan laut, sehingga jarang yang menanam.

Sementara untuk kopi robusta bisa ditanam dilahan dibawah 1000 meter dari permukaan laut, sehingga banyak yang menanam, lantaran banyak stoknya harganya pung agak lebih murah dibandingkan dengan harga kopi arapika.

Adapun kopi arabika yang terkenal di indonesia adalah, kopi arabica Aceh, kintmani Bali, kopi Toraja, kopi papua dan kopi ijen Bondowoso Jawa Timur. Sedangkan untuk kopi robusta ada jenis kopi liberika.

Kebiasaan ngopi ini juga disuguhkan saat saudara, teman dan orang-orang yang sedang bersilaturahmi kerumah, bahkan saat tidak ada kopi diajak ke warung hanya sekedar untuk ngopi sambil membicarakan persoalan sosial bahkan saat membicarakan persoalan bisnis.