UEFA memberikan hak kepada Jerman untuk menjadi tuan rumah dalam ajang Piala Eropa 2024, setelah memenangi tawaran saingan dengan Turki.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengumumkan hasil voting pemilihan tuan rumah Piala Eropa 2024 di Nyon, swiss,  Kamis (27/9/2018) - gambar: liputan6.com

Kedua negara membuat tawaran presentasi terakhir mereka ke UEFA di Nyon, Swiss, Kamis (27/9/2018), sebelum komite eksekutif memilih mendukung Jerman, yang akan menjadi tuan rumah dalam ajang pesta sepakbola Piala Eropa 2024 untuk pertama kalinya sejak runtuhnya Tembok Berlin pada tahun 1989. Sebelumnya Jerman juga pernah menggelar Piala Dunia 1974 dan 2006.

Berdasarkan hasil evaluasi sebelum pemungutan suara, UEFA memperingatkan bahwa pemberian hak tuan rumah untuk Turki akan berdampak risiko, dengan alasan kurangnya infrastruktur, kapasitas hotel yang terbatas di banyak kota dan masih membutuhkan perbaikan pada bandaranya, jalur kereta, jalan, dan juga stadion.

Sementara Jerman mempresentasikan tawaran mereka sebagai "taruhan aman" untuk UEFA, dan mengklaim dirinya bahwa memiliki stok hotel dan infrastruktur yang jauh lebih memadai dan berkualitas, sehingga sangat mendukung untuk menyelenggarakan Piala Eropa 2024.