Menariknya, dua kemenangan dengan skor yang sama dan di tempat yang sama tersebut, terdapat pula nama Marcos Alonso. Pada 25 Maret 1981, pemain sayap kanan Atletico Madrid yang bernama Marcos Alonso Pena. Pada hari Minggu kemarin anak dari Marcos Alonso Pena ikut membantu Spanyol meraih kemenangan keduanya atas Inggris di Wembley. Pemain tersebut adalah Marcos Alonso Mendoza, bek kanan La Furia Roja yang saat ini bermain unluk klub Chelsea.

Keluarga Alonso : Marcos Alonso lmaz, Marcos Alonso Pena dan Marcos Alonso Mendoza. sumber gambar

Sepanjang sejarah Spanyol, sudah dua kali mengalahkan Inggris di Stadion Wembley. Yang pertama tahun 1981, Kala ltu La Furia Roja menang dengan skor tipis 2-1.

Inggris vs Spanyol (1981). sumber video

Berselang 37 tahun dan 165 hari kemudian. Tim Matador kembali meraih kemenangan atas The Three Lions di Stadion Wembley. Spanyol kembali menang 2-1 atas Inggris dalam laga perdana Liga A Grup 4 UEFA Nations League yang diselenggarakan di Wembley. Minggu (9/9) dini hari.

Inggris vs Spanyol (2018). sumber video

Menariknya, di balik dua kemenangan dengan skor Identik sama tersebut, terdapat nama Marcos Alonso di dalamnya. Marcos Alonso yang pertama adalah sang ayah, sedangkan Marcos Alonso yang kedua adalah anaknya.

Saat Spanyol meraih kemenangan pertama di Wembley dalam uji coba melawan Inggris pada 25 Maret 1981, salah seorang pemain di starting XI Spanyol dalam laga tersebut adalah pemain sayap kanan Atletico Madrid yang bemama Marcos Alonso Pena.

Di laga tersebut Spanyol unggul lewat gol Satrustegui di menit 4, dan Inggris menyamakan kedudukan melalui gol Glenn Hoddle menit 27. Sementara gol penentu kemenangan Spanyol dicetak oleh Jana Zamora pada menit 32.

Hari Minggu kemarin anak dari Marcos Alonso Pena ikut membantu Spanyol meraih kemenangan keduanya atas Inggris di Wembley. Pemain tersebut adalah Marcos Alonso Mendoza, bek kanan La Furia Roja yang saat ini bermain unluk klub Chelsea.

Marcos Alonso Mendoza adalah generasi ketiga Marcos Alonso yang memperkuat timnas Spanyol. Dinasti ini diawali oleh sang kakek Marcos Alonso lmaz. Bek Real Madrid periode 1954-1962 itu memainkan dua permainan Internasional untuk tim senior Spanyol antara 1955 dan 1960. Jejak itu kemudian diikuti oleh anak, kemudian cucunya.

Laga melawan Inggris adalah laga pertama Spanyol di bawah asuhan pelatih baru Luis Enrique Martinez. Kemenangan di laga ini membuat Enrique melanjutkan tradisi para pelatih Spanyol sebelumnya yang tidak pernah kalah pada laga debutnya sejak tahun 1998.

Pelatih Timnas Spanyol 'Luis Enrique'. sumber gambar
“Saya pikir ini bagus untuk semua. Ini adalah cara terbaik untuk memulai, menang atas Inggris di Wembley,” kata Enrique seperti dikutip dari Goal. “Sepak bola adalah tentang masa depan dan hasil ini sudah menjadi masa lalu. Kami akan mulai berpikir Iawan Kroasta. Secara keseluruhan, ini kemenangan yang bagus,” ucap Enrique.

Secara khusus Enrique memuji David De Gea yang tampil gemilang di bawah mistar gawang Spanyol. Menurut Enrique, meski sempat tampil tidak optimal, De Gea masih menjadi kiper nomor satu di Spanyol. 

“Saya sangat senang dengan penammpilan De Gea. Dia adalah salah satu kiper terbaik di dunia saat ini. Dia telah membuktikan di Liga Inggris setiap minggunya,” ucap Enrique. “Saya tidak pernah meragukan kualitasnya. Setiap kesalahan yang dibuat akan membuat kemampuan anda meningkat dan tumbuh,” imbuhnya.

Di sisi lain pelatih Inggris, Gareth Southgate, merasa tim asuhannya seharusnya harus meraih hasil yang leblh baik. Inggris memang sempat unggul terlebih dulu lewat gol Marcus Rashford di menit 11. Spanyol merubah skor melalui gol Saul Niguez pada menit 13 dan Rodrigo Moreno pada menit 32.

Atas kekalahan ini, Southgate berjanji akan segera melakukan evaluasl mendalam. “Spanyol menekan kami dan kami tidak bisa mengontrol bola dengan cukup lama. Walau begitu, saya harus memberikan apresiasi para pemain. Pada 25 menit terakhir kami baru bisa bermain baik dan bias saja meraih basil imbang," ujarnya seperti dikutip BBC Sports.
“Untuk periode yang lama, Spanyol memang tampil lebih baik dari kami. Kami masih berada di tahap awal atas apa yang kami inginkan. Mereka menekan kami. Butuh waktu bagi kami mencari solusi keluar dari tekanan tersebut,” lanjutnya.


Artikel tentang Keberuntungan Giovanni Simeone 'Perkuat Timnas Argentina', saya kutip dari berbagai sumber.

Terima kasih telah berkunjung ke Blog saya.