Sejak tahun 2002, tepatnya saat Piala Dunia digelar di Jepang dan Korea Selatan, ada sebuah seremoni yang lain dari biasanya saat sebuah pertandingan bola akan digelar. Saat akan bertanding, sekumpulan anak-anak akan menggandeng para pemain menuju ke tengah lapangan. Setelah kapten dari kedua tim dipanggil wasit, barulah anak-anak ini membubarkan diri.

Kini, dalam setiap pertandingan bola dengan tidak memandang levelnya, apakah pertandingan bola level RT sampai level internasional, seremoni anak pendamping yang menggandeng pemain bola atau yang biasa dikenal dengan sebutan player escort ini senantiasa ada.

Apa Pentingnya?

Mungkin ada diantara rekan yang bertanya-tanya. Apa sih pentingnya membawa anak-anak ke dalam lapangan dalam seremoni ini? Apakah bermanfaat atau justru pekerjaan yang sia-sia belaka?

Adalah FIFA sebagai lembaga tertinggi pemangku sepakbola dunia yang membuat aturan terkait player escort atau pemain pendamping ini. Bekerjasama dengan UNICEF, sebuah lembaga di PBB yang fokus dalam penanganan anak-anak di dunia, mereka memang sedang menggalakkan kampanye "Katakan YA untuk anak!" Dari ide dasar itu, maka lahirlah player escort ini.

Apakah kampanye dengan model seperti ini bermanfaat? Tentu! Ada banyak alasan yang bisa dikemukakan:

  • Menumbuhkan minat bermain bola sejak dini. Tidak bisa dipungkiri, bahwa kemauan dan minat untuk bermain bola tidak bisa ditumbuhkan dalam waktu sesaat. Perlu proses dan amat sangat berpengaruh jika penanaman minat itu diterapkan sejak mereka masih kanak-kanak.
  • Memaksa pemain untuk sportif. Ada semacam pesan moral yang disampaikan kepada para pemain, agar mereka bertindak fair play. Akan sangat memalukan bagi diri mereka sendiri jika sampai sportivitas yang selama ini mereka junjung tinggi tidak diindahkan. Apalagi jika itu dilakukan di depan anak-anak.
  • Memaksa supporter untuk tertib. Kadang, tindakan melempari pemain dengan benda apa saja ke tengah lapangan menjadi hal yang biasa. Dengan kehadiran anak-anak ini, paling tidak bagi supporter yang berpikiran dewasa, mereka akan berfikir ribuan kali untuk berbuat hak yang memalukan ini.

Pengalaman Tak Terlupakan

Dari beberapa alasan yang dikemukakan di atas, bagi penulis pribadi, alasan pertama adalah alasan yang paling masuk akal dan fundamental. Bagaimanapun juga, anak-anak yang terpilih untuk mendampingi pemain masuk ke tengah lapangan adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan seumur hidupnya.

Apalagi jika ternyata yang ia gandeng adalah pemain kelas dunia. Wajahnya akan muncul dimana-mana. Ini adalah kebanggaan! Dan ini akan terus terpatri dalam ingatannya dan kecintaannya kepada sepak bola tentunya akan terus menghunjam ke lubuk hati yang paling dalam.

Bisa jadi, 10 atau 20 tahun mendatang, dirinyalah yang akan tampil menjadi bintang lapangan menggantikan seniornya yang telah pensiun.