Perhelatan sengit klub-klub elit dalam kasta Liga 1 musim 2018 telah berakhir. Setelah bersaing sangat ketat dengan PSM Makasar untuk memuncaki klasemen hingga akhir musim, Persija akhirnya menjadi sang kampiun Liga 1. Salah satu keberhasilan Persija meraih gelar juara musim ini yaitu kontribusi Ismed Sofyan, pemain veteran sekaligus sang kapten.

Meskipun usianya akan memasuki kepala empat, sama sekali tak menyurutkan motivasi bermain pemain yang lahir pada tanggal 28 Agustus 1979 ini. Ismed pun belum berencana gantung sepatu dalam waktu dekat. “Karena saya masih punya motivasi punya keinginan besar untuk bermain bola”, tuturnya. Bahkan, Stefano Cugurra dalam jumpa pers, selaku sang pelatih, menuturkan bahwa kehadiran pemain yang lahir Manyak Payed Aceh ini masih sangat dibutuhkan di dalam tim. Karena berusia 39 tahun, Ismed menjadi pemain tertua Liga 1. Namun, usia tak menjadi penghalang serius baginya untuk mempersembahkan gelar juara. Ibarat pepatah Tua-Tua Keladi Makin Tua Makin Jadi. Bila Cristian Gonzales berlaga di Liga 1, ia akan menjadi pemain tertua. Musim 2018, Ia memperkuat PSS Sleman yang berlaga di Liga 2.

Gambar 1. Ismed Sofyan

Ismed mulai mengenakan ban kapten di lengannya sejak musim 2016. Menjadi kapten klub ibukota tentunya memberikan pengalaman tersendiri baginya. Ismed menuturkan beberapa kewajiban yang mesti diemban seorang kapten. Antara lain, menjadi teladan bagi rekan-rekannya, tunjukkan mental kerja keras terutama saat berlatih, tak bersifat semena-mena, dan menjadi sumber inspirasi bagi rekan-rekannya. Ia pun menuturkan bahwa pemain siapapun dapat mengenakan ban kapten di lengannya. Namun, tentunya mesti menjalankan perannya dengan baik.

Ismed bergabung dengan Persija pada tahun 2001. Sebelumnya, pemain yang menempati posisi bek kanan ini pernah membela Persijatim Jakarta, Persiraja Banda Aceh, dan PSBL Langsa. Ismed telah menjadi bagian klub ibukota ini selama 17 tahun. “Hampir 17 tahun saya di Persija”, tuturnya. “Mungkin ini adalah puncak karier saya yang sayang inginkan”, tambahnya. Terkait resep agar tetap bugar bermain, Ismed mengutarakan beberapa hal. “Kuncinya saya pikir kondisi ya”, tuturnya. “Kami punya disiplin, punya kerja keras, pola makan bagus dan terbawa ke pertandingan”, tambahnya.

Karena menjadi kampiun Liga 1, Persija mendapatkan jatah Kualifikasi Liga Champions Asia. Ismed yang juga pernah memperkuat timnas Indonesia ini memiliki keinginan besar agar Persija melangkah lebih jauh dalam kompetisi terprestisius klub-klub Asia ini. “Semoga kami bisa masuk ke Liga Champions Asia”, tuturnya, Bila tak berhasil lolos kualifikasi, klub ibukota ini tak lantas tersingkir dari perhelatan kompetisi Asia. Persija masih mendapatkan kesempatan berlaga di fase grup Piala AFC.

Nah, apakah seorang Ismed Sofyan berhasil memberikan gelar juara kembali untuk Persija? Kita tunggu saja…

Oleh: Rahadian

(mas_rahadian@yahoo.co.id)

Referensi:

  • https://www.goal.com/id/berita/akhirnya-juara-ismed-sofyan-belum-berpikir-untuk-pensiun/19g7o20j2f6b91syvv2evb5rs3
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Ismed_Sofyan
  • https://www.bola.com/indonesia/read/3804067/ismed-sofyan-berharap-persija-bisa-berbicara-di-liga-champions-asia

Gambar:

  • 1a https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/77/Ismed_Sofyan_2018.jpg/250px-Ismed_Sofyan_2018.jpg
  • 1b https://www.thejakartapost.com/files/images2/01wearethechampion.img_assist_custom-780x520.png

Lihat juga: