Mario Gomez kini tak lagi melatih Persib. Pada 12 Desember 2018, dilansir dari harian Tribunnews, Manajemen Persib telah mengakhiri kontrak masa baktinya. Karena akan meninggalkan tim asal Kota Bandung ini, Gomez pun menuturkan kalimat perpisahan. “Sampai jumpa lagi”, tutur pelatih yang lahir pada tanggal 27 Februari 1957 ini. ”Terima kasih bobotoh untuk musim ini”, tambahnya. Persib mengakhiri Liga Indonesia musim ini dengan hasil seri 3-3 melawan Barito Putra. Kompetisi musim ini menghuni peringkat keempat klasemen. Pertandingan tersebut menjadi yang terakhir baginya.

Padahal, hingga setengah musim berjalan, Persib merajai klasemen. Terkait ketidakberhasilan membawa pulang trofi juara Liga Indonesia musim ini, Gomez selaku pelatih Persib menuturkan bahwa Persib telah berjuang keras dan maksimal. Namun, pertandingan melawan Persija menjadi awal masa sulit bagi Persib. Setelah meninggalnya Haringga Sirla akibat pengeroyokan oleh beberapa pendukung Persib, Persib disanksi tak boleh bermain di kandang bahkan tanpa dukungan bobotoh.

Gambar 1. Mario Gomez

Nah,di balik ketidakberhasilan Persib mengangkat trofi Juara musim ini,Gomez memberikan kontribusi positif. Gomez berhasil memperbaiki peringkat Persib yang menghuni peringkat ke-13 klasemen musim lalu menjadi penghuni peringkat keempat musim ini. Gomez pun tak mendatangkan banyak pemain. Pelatih yang pernah menjadi asisten Hector Cuper ini hanya mendatangkan dua pemain asing. Yaitu, Bojan Malisic yang menempati posisi pemain belakang dan Jonathan Baumann yang menempati posisi striker. Keduanya memang menjadi pilar penting bagi Persib. Pelatih berusia 61 tahun ini pun jeli juga mengamati bibit-bibit pemain potensial. Ardi Idrus dan Ghozali Siregar menjelma menjadi pilar penting. Padahal, kedua pemain ini kurang begitu dikenal. Nama Mario Gomez tentunya masuk ke sejarah deretan pelatih asing Persib. Beberapa pelatih asing yang menukangi Persib sebelumnya antara lain Drago Mamic dan Dejan Antonic.

Melatih Persib Bandung pun meninggalkan kesan tersendiri dan pengalaman baru baginya. Salah satu pengalaman baru yang baru dirasakannya yaitu dukungan suporter yang sangat luar biasa. “Ini pengalaman baru bagi saya dan belum pernah merasakan hal ini sebelumnya, terutama fanatisme pendukung yang luar biasa di setiap tempat di Indonesia”, tuturnya. Gomez pun mengutarakan energi dukungan para suporter Persib yang begitu terasa. Ia pun mengutarakan bahwa permainan kurang maksimal bila tanpa dukungan bobotoh yang hadir memberikan semangat.

Sebelum melatih Persib, Gomez melatih Johor Darul Ta’zim, salah satu klub Malaysia. Pelatih Argentina yang memulai karier pelatih dari tahun 2004 ini memiliki segudang pengalaman melatih. Beberapa klub Asia yang pernah ia tukangi antara lain South China, Johor Darul Takzim, dan Persib. Sepanjang sejarah keikutsertaan Persib di dalam kompetisi Liga Indonesia, hanya ada dua pelatih lokal yang berhasil memberikan gelar juara. Yaitu, Indra Thohir pada musim 1994 dan Djajang Nurjaman pada musim 2014. Hal ini melatarbelakangi Persib gemar merekrut pelatih asing.

Oleh: Rahadian

(mas_rahadian@yahoo.co.id)

Referensi:

  • Harian Super Ball 10 Desember 2018
  • Harian Super Ball 12 Desember 2018
  • http://www.tribunnews.com/superskor/2018/12/12/dipecat-dari-persib-bandung-ini-video-ucapan-perpisahan-mario-gomez-di-bandara
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Roberto_Carlos_Mario_G%C3%B3mez

Gambar:

  1. https://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/image_landscape/public/mario_gomez_-_jdt_0.jpg?itok=hXM3uxyt

Lihat juga: