Selain menjadi salah satu pemain penting bagi Persib, Febri Hariyadi pun menjadi pemain timnas. Pemain yang menempati posisi sayap ini memiliki gocekan khas, umpan akurat. dan lari yang cepat. Bagi pendukung Persib, namanya tentunya sudah tak asing lagi. Nah, Febri adalah hasil 'produk' asli binaan Diklat Persib. Diklat Persib berdiri pada tahun 7 April 2013. Miljan Radovic Yang merupakan mantan pemain Persib, dipercaya menjabat Direktur Teknik. Sedangkan posisi pelatih kepala dipercayakan kepada Budiman Yunus. Budiman yang juga mantan pemain Persib membawahi level U-16 dan U-19

Setelah beberapa tahun berdiri, Diklat ini mengukir prestasi membanggakan. Pada tahun ini, berhasil membawa pulang dua gelar juara. Yaitu, Liga 1 U-19 dan Elite Pro Academy Liga 1 U-16. Selain kedua trofi tersebut, masih ada koleksi rofi lainya. Pada level U-16, koleksi gelar juara antara lain Juara Piala Menpora 2016, Juara Piala Soeratin 2018, dan Juara Filanesia 2018. Sedangkan tim U-19 meraih gelar juara Piala Bupati Subang 2017.

Gambar 1. Persib

Tim Persib yang dibina Diklat Persib meraih trofi-trofi juara tersebut karena dihuni pemain-pemain terbaiknya. “Materi pemain kami demi menghasilkan karya terbaik”,.tutur Budiman. Pemain-pemain tak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang dan ketat. “Hasil dari proses seleksi yang panjang dan ketat”, tutur Budiman. Nah, bila Diklat Persib terus mengukir prestasi, Persib akan menjadi tim yang ditakuti. Tentu saja, karena disokong pemain berkualitas. Hal ini sesuai dengan identitas Persib sebagai tim besar. “Kalau Persib dikenal sebagai tim besar, produk pemainnya juga harus selaras dengan kebesaran tim”, tutur Radovic.

Hal lainnya yang mendukung keberhasilan meraih dua trofi tahun ini yaitu program latihan yang dirancang oleh Miljan Radovic. “Kami coba bermain sepak bola modern”, tuturnya. Radovic pun berkeinginan memberi gelar juara kembali.

Budiman pun menuturkan bahwa keberhasilan meraih dua gelar juara tahun ini menjadi buah manis dari pembinaan berjenjang. ”Puncaknya dua gelar bergengsi itu, kuncinya kami memiliki pembinaan berjenjang”. Terkait kendala, proses pembinaan pemain memang menghadapi berbagai hambatan. Budiman menuturkan bahwa kekurangan sarana lapangan menjadi kendala utama. “Kendala yang utama yaitu ketiadaan sarana lapangan”, tutur Budiman. “Kadang latihan di lapangan futsal, fasilitas mes juga kurang, padahal banyak pemain dari luar Bandung”, tambahnya. Meskipun terhambat berbagai sarana, tak menyurutkan tekad dan motivasi pemain untuk mengukir prestasi. “Tapi spirit dan tekad untuk berprestasi sangat tinggi”.

Selain Febri, beberapa 'produk' hasil diklat Persib antara lain Gian Zola Nasrulloh, Aqil Savik, Indra Mustafa, Agung Mulyadi, Wildan Ramdhani, Henhen Herdiana, dan Puja Abdilah. Semoga Diklat Persib melahirkan pemain yang berkualitas.Tentunya, tak hanya bagi Persib. Tetapi juga, bagi timnas. Dengan sokongan pemain berkualitas, tentunya akan membantu timnas meraih berbagai trofi juara.

Oleh: Rahadian

(mas_rahadian@yahoo.co.id)

Referensi:

  • Harian Top Skor 12 Desember 2018
  • https://www.bola.com/indonesia/read/3805059/miljan-radovic-bicara-prestasi-persib-u-16-dan-u-19-musim-2018

Gambar:

  1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/3/31/Persib_logo.png/180px-Persib

Lihat juga: