Barcelona merupakan salah satu tim sepakbola tangguh yang sangat disegani di dunia. Nah, beberapa pemain tim asal Catalan ini berasal dari akademi La Masia. Akademi milik Barcelona ini bertugas mendidik bibit-bibit pesepakbola bertalenta hingga menjadi pemain besar. Salah satu lulusannya adalah Lionel Messi. La Masia tak hanya melahirkan pemain penting bagi Barcelona saja. Tetapi juga bagi timnas sepakbola Spanyol. Beberapa pemain tersebut antara lain Sergio Busquet, Gerard Pique, Sergi Roberto, dan Jordi Alba. Peran La Masia pun tentunya sangat vital dalam regenerasi pemain Barcelona.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, La Masia seolah tak bertaji. Akademi ini seolah tak mampu melahirkan banyak pemain hebat. Karenanya, untuk mengisi beberapa posisi, manajemen Barcelona mesti ‘mengimpor’ banyak pemain. Misalnya, Luis Suarez yang mengisi posisi stiker ataupun Ivan Rakitic yang mengisi posisi gelandang.

Gambar 1. La Masia

Namun, dalam pertandingan 32 Besar leg kedua Piala Raja, hal tersebut sudah mulai terbantahkan. Bagi manajemen, tentunya memunculkan ketenangan. Dalam pertandingan yang mempertemukan Barcelona dan Cultural Leonsa pada tanggal 5 Desember 2018, beberapa produk muda binaan La Masia diturunkan. Mereka adalah Juan Brandariz, Juan Miranda, Carles Arlena, Oriel Busquets dan Riqui Puig. Mereka menampilkan permainan memukau sehingga mengalahkan Cultural Leonsa dengan skor 4-1. “Saya sangat puas dengan semua yang ditunjukkan”, tutur Ernesto Valverde, pelatih Barcelona. “Kita akan lihat bagaimana mereka melanjutkan langkahnya nanti”, tambahnya.

Meskipun Cultural Leonsa tak terpungkiri bukan termasuk tim yang tangguh, apalagi bila dibandingkan dengan Real Madrid ataupun Atletico Madrid, perfoma produk-produk asli Barcelona tersebut memang cukup menjanjikan. Tak tertutup kemungkinan, mereka akan menjadi pemain besar dan hebat di masa mendatang. Sedangkan dalam beberapa pertandingan sebelumnya, mereka cenderung bingung bermain. Karenanya, bila dibandingkan dengan beberapa pertandingan sebelumnya, perkembangan mereka begitu pesat.

Diantara para pemain binaan La Masia yang berlaga dalam pertandingan tersebut, ada dua nama yang menyedot perhatian. Carles Alena dan Riqui Puig menjadi pemain yang sangat menyita perhatian. Meskipun Alena tak mencetak gol dan memberi assist, ia menjadi maestro lini tengah Pekan sebelumnya, ia turun sebagai pemain pengganti lalu mencetak satu gol melawan Villareal. Sedangkan bagi Puig, laganya di leg kedua 32 Besar Piala Raja menjadi debutnya di tim senior. Ia memberikan satu assist dalam proses gol terakhir Barcelona. Sang pelatih pun memuji kedua pemain ini. Bahkan, merasa bahagia karena memiliki keduanya. “Puig sangat percaya diri dan rajin meminta bola”, tutur Valverde. “Bahagia memiliki Puig dan Alena”, tambahnya.

Kesimpulannya, sekaligus poin berharga yang dapat kita petik, untuk membangun tim tangguh yang siap berkompetisi meraih berbagai trofi juara memang tak semudah membalikkan telapak tangan dan juga memang tak instan. Bibit-bibit yang berbakat dan pembinaan berkualitas secara berkesinambungan menjadi salah satu fondasi penting. Tanpa keduanya, memang sulit membangun tim tangguh.

Oleh: Rahadian

(mas_rahadian@yahoo.co.id)

Referensi:

  • Harian Top Skor 7 Desember 2018.

Gambar:

  • https://fcbarcelona-static-files.s3.amazonaws.com/fcbarcelona/photo/2018/05/04/35437de1-3658-4f66-a961-44f58e17f1f3/3733580.jpg

Lihat juga: