Pada tanggal 16 November 2018, Brazil dan Uruguay menggelar pertandingan persahabatan di London. Pertandingan ini dimenangkan oleh Brazil dengan skor 1-0 melalui gol Neymar yang dicetak melalui titik putih. Sebelum pertandingan ini dimulai, dilangsungkan mengheningkan cipta selama satu menit terlebih dahulu untuk menghormati Aldy R Garcia Schlee. Karena telah lama mengidap kanker kulit, Schlee meninggal sehari sebelum pertandingan tersebut berlangsung. Schlee seorang desainer yang merancang jersey Brazil. Meskipun Schlee bukanlah pemain ataupun pelatih, jasanya tentunya akan dikenang dalam sejarah sepakbola Brazil. Schlee pun, meskipun warga Brazil, ternyata seorang pendukung Uruguay.

Gambar 1. Aldy R Garcia Schlee
Gambar 2. Jersey Putih Brazil

Timnas Brazil mengenakan jersey utama berwarna kuning. Melihat jersey ini mengarahkan pikiran kita ke bendera Brazil. Sebelum mengenakan jersey utama berwarna kuning, Brazil mengenakan jersey serba putih. Namun, setelah kekalahan di final Piala Dunia 1950, Brazil menyatakan ingin mengganti warna jersey. Correio de Manha, koran setempat, mengadakan sayembara desain jersey Brazil. Warna jersey mestilah sesuai dengan warna-warna bendera Brazil. Tujuannya, menambah semangat dan memberikan rasa bangga kepada para pemain. Warna-warna yang tampak pada jersey pun mesti terlihat seimbang. Aldy R Garcia Schlee, desainer yang juga seorang jurnalis dan penulis, mendaftar mengikuti sayembara ini. Ia terpilih sebagai pemenang sayembara ini. Ia pun membawa pulang hadiah 5000 Dollar.

Brazil mulai mengenakan jersey ini pada Piala Dunia 1954. Piala 1954 Swiss menjadi awal Brazil mengenakan jersey kuning. Namun, tak berhasil menjadi juara. Empat tahun kemudian, di Piala Dunia 1958 Swedia, Brazil menjadi juara dunia Menariknya, pada pertandingan final, Brazil tak mengenakan jersey kuning. Sebabnya, Swedia pun mengenakan jersey berwarna sama. Brazil akhirnya mengenakan jersey berwarna biru.

Tak tanggung-tanggung, Schlee telah membuat sketsa desain jersey sebanyak 100. Sketsa ini memvariasikan warna kuning, hijau, dan biru. Baik pada bagian atas, bawahan, dan kaos kaki. Setelah membuat begitu banyak sketsa, Schlee menyadari bahwa bagian atasan jersey mestilah berwarna kuning. “Pada akhirnya saya menyadari kostum harus berwarna kuning”, tutur Schlee. “Dan rasanya terlihat keren bila dipadukan dengan celana biru dan kaos kaki putih”, tambahnya. Karena tersingkir di Piala Dunia 1954, Schlee menduga bahwa timnas Brazil akan mengganti kembali warna jersey. Brazil tak berhasil lolos ke partai final. Namun, Brazil tetap menggunakan kostum rancangannya. Meskipun demikian, ia bukan pendukung Brazil. Dalam wawancaranya dengan Global Esporte tahun 2007, Aldy R Schlee mengaku bahwa ia penggemar Uruguay. Ia lahir di daerah perbatasan Brazil dengan Uruguay.

Hingga saat ini Brazil telah menjadi juara dunia sebanyak empat kali. Yaitu, pada tahun 1958, 1962,1970,1994, dan 2002. Brazil menjadi negara terbanyak yang meraih gelar juara Piala Dunia. Itulah singkat sejarah di balik warna kuning jersey Brazil. Jersey yang tepat mungkin saja akan mendongkrak perfoma tim. Karenanya, pemilihan jersey suatu negara mestilah cermat dan mencerminkan karakteristik negara, Semoga tulisan ini menambah pengetahuan terkait sejarah sepakbola Brazil. Terlebih, bagi para penggemar tim samba…

Oleh: Rahadian

(mas_rahadian@yahoo.co.id)

Referensi:

  • https://akurat.co/news/id-395425-read-desainer-jersey-brasil-wafat-di-usia-83-ternyata-bukan-pendukung-timnasnya-sendiri
  • https://www.bbc.com/indonesia/olahraga-46257058

Gambar:

  • https://abrilveja.files.wordpress.com/2018/11/aldyr-schlee-camisa-seleccca7acc83o-1-jpeg.jpg
  • http://www.soccer365.com/wp-content/uploads/2017/04/Brazil-1950-WC-jersey.jpg

Lihat juga: