Pada matchday ke-4 Liga Champions, Manchester United mengalahkan Juventus dengan skor 2-0, di Allianz Arena. Setelah pertandingan selesai, Mourinho menunjukkan gestur sinis. Pelatih asal Portugal ini mendekatkan tangan ke tangannya. Lalu, memiring-miringkan bibir sehingga wajahnya tampak sinis. Leonardo Bonucci, bek Juventus,segera mendatanginya. Beruntungnya, keduanya tak baku hantam.

Mourinho menuturkan bahwa ia menunjukkan aksi tersebut untuk membalas hinaan para pendukung Juventus kepadanya. "Di kota yang Indah ini, saya telah dihina selama 90 menit". tuturnya. Aksi kontroversial pun ia tunjukkan saat menjamu Juventus di Old Trafford. Setelah pertandingan selesai, Mourinho menunjukkan tiga jari kepada pendukung Juventus. Menurut banyak kalangan, aksi ini bermaksud merendahkan pendukung Juventus. Tim asal Turin ini memang belum pernah meraih 3 gelar dalam semusim. Mourinho, saat melatih Inter Milan, pernah mempersembahkan 3 gelar dalam semusim.

Paul Scholes, mantan pemain MU, turut berkomentar terhadap aksi Mourinho. Ia menyebut aksi selebrasi gol tersebut sangat tak berkelas. Menurut Scholes, karakter Mourinho memang seperti itu. "Dia seperti itu kemana pun dia pergi". tuturnya.

Beberapa tahun lalu, tepatnya pada semifinal Liga Champions 2010, Mourinho pun menunjukkan aksi kontroversial menselebrasikan kemenangan. Saat itu, pelatih berjuluk The Special One ini melatih Inter Milan. Pada pertandingan semifinal leg ke-2 yang berlangsung di Camp Nou, kandang Barcelona, meskipun Inter Milan kalah 1-0, Inter berhasi lolos ke final. Sebabnya, unggul agregrat gol. Mourinho menselebrasikan kemenangan ini dengan berlari mengelilingi lapangan. Agar tak memancing keributan lebih jauh, Aksi Mourinho ini segera dicegat Vittor Valdes, kiper Barcelona saat itu.

Nah, karena aksi tersebut, apakah UEFA akan menghukumnya? Terlepas dari dihukum atau tidak, aksi-aksi Mourinho ini menghiasi panasnya dan sengitnya kompetisi Liga Champions.