Luka Modric mematahkan dominasi Ronaldo dan Messi dalam satu dekade terakhir dalam hal perburuan Ballon tahta d'Or. Pada perbururan tahta Ballon d'Or 2018, pesepakbola asal Kroasia yang kini memperkuat Real Madrid ini berhasil meraih tahta tersebut. Proses pemilihan melibatkan 176 jurnalis dari berbagai negara. Jurnalis Indonesia pun dikabarkan turut juga mengambil bagian. Nah, mengapa Modric meraih tahta pemain sepakbola terbaik tersebut?

Sapto Haryo, yang juga seorang jurnalis, menuturkan latar belakang mengapa Modric berhasil meraihnya. Salah satunya yaitu perannya yang sangat vital dalam timnas Kroasi Tak ada pemain lain yang dapat menggantikannya. Dalam Piala Dunia 2018, Perannya sangat penting penting dalam mengantar negaranya menembus laga final. "Modric memang tak tergantikan di Timnas", tutur Sapto dalam acara olahraga di salah satu televisi swasta. "Beberapa pemain lainnya seperti Rakitic ataupun Kramaric memang dapat digantikan pemain lainnya", tambahnya. "Dia hadir sebagai kapten sekaligus motor serangan", tambahnya lagi.

Latar belakang lainnya yaitu perfomanya yang luar biasa di Real Madrid. Bersama Ronaldo, Modric bahu membahu bersamanya mempersembahkan berbagai gelar bagi klub besar asal Spanyol tersebut. "Meskipun ada Ronaldo, kontribusinya juga sangat penting di Real Madrid", tuturnya.

Modric meraih tahta Ballon d'Or dengan meraih 780 poin. Bagaimana dengan Ronaldo dan Messi dalam persaingan Ballon d'Or tahun ini? Ronaldo menempati peringkat ke-dua. Pesepakbola asal Portugal yang memperkuat Juventus ini meraih 476 poin. Sedangkan Messi menempati peringkat ke-lima. Pesepakbola asal Argentina yang memperkuat Barcelona ini meraih 280 poin. Peringkat ketiga dihuni oleh Antoine Griezman (414 point). Peringkat keempat dihuni oleh Kylian Mbappe (347 point). Sebelum meraih tahta Ballon d'Or, Modric pun meraih beberapa penghargaan lainnya. Antara lain Pemain Terbaik UEFA 2018, FIFA The Best 2018, dan FIF Pro World XI

Berikut peraihan poin sepuluh besar pemain yang masuk nominasi Ballon d'Or

Nah, pendapat Sapto tentunya dapat mewakili pandangan para jurnalis yang terlibat dalam proses pemilihan tersebut. Selamat, Luka Modric!