sumber gambar: https://www.google.co.id/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjGxc3Al9beAhUMLI8KHcZLB-EQjB16BAgBEAQ&url=https%3A%2F%2Fwww.jpnn.com%2Fnews%2Ftimnas-indonesia-u-22-upacara-hargianto-pembawa-bendera-merah-putih&psig=AOvVaw0zcJoIchr6vOV89cjzhyB1&ust=1542363878943456
<grammarly-btn>
2
</grammarly-btn>

"Saatnya kita juara" sebuah tagline yang sering muncul di tv ketika Timnas Indonesia berlaga dalam suatu ajang kompetisi. menjadi hal yang miris ketika tagline "Saatnya kita juara!" sering muncul setiap tahunnya. Memang tidak ada yang salah dari tagline tersebut yang penuh rasa optimisme tinggi, tapi sampai kapan masyarakat kita menunggu hal tersebut terwujud khususnya untuk Timnas sepakbola kita.

Sebelum Piala AFF 2018 berlangsung, induk organisasi sepak bola indonesia yaitu PSSI membuat langkah yang terbilang berani dengan memutus kerja sama dengan pelatih asal negara Spanyol yaitu Luis Milla dan menggantikannya dengan pelatih lokal mantan pemain era primavera yaitu Bima sakti. hal ini dianggap oleh sebagian masyarakat indonesia adalah tidak salah yang dilakukan oleh PSSI.

Menyusul hasil negatif di pertandingan pertama serta permainan yang buruk di babak pertama saat melawan Timor leste meskipun berakhir dengan kemenangan Timnas 3-1. banyak masyarakat Indonesia berharap bahwa Indonesia segera berbenah untuk permainan berikutnya dan berbenah untuk induk persepakbolaan yaitu PSSI.

Semoga tagline "Saatnya kita juara!" tidak akan muncul di tahun-tahun berikutnya, karena masyarakat indonesia lelah menunggu hal itu terjadi. Serta semoga kepengurussan PSSI yang dianggap kurang dianggap baik segera berubah kearah yang lebih baik, demi terwujudnya Indonesia ke Piala Dunia.