Debut Wu Lei di La Liga. Sumber: ecns.cn

Mungkin di Indonesia tidak banyak yang tahu transfer Wu Lei dari Shanghai SIPG ke Espanyol pada jendela transfer Januari ini, tapi kabar tersebut sangat hangat dibicarakan di China, negeri asal Wu Lei.

Wu Lei melakukan debut di La Liga sebagai pemain pengganti pada menit ke-78 ketika Espanyol menghadapi Villareal pada hari Minggu yang berakhir imbang 2-2. Espanyol melaporkan pertandingan tersebut menyedot 40 juta penonton di China untuk penampilan Wu selama 12 menit. Sedangkan pertandingan tersebut menyedot 'hanya' 177 ribu penonton di Spanyol.

Menurut surat kabar Spanyol Marca, total penonton pertandingan Espanyol di televisi untuk semua 17 pertandingan liga musim ini hanya lebih dari 7 juta penonton. Sedangkan debut Wu selama 12 menit mampu menyedot 40 juta penonton di China.

Pada November 2015, Rastar Managerial Group milik Chen Yansheng membeli lebih dari 50% saham klub dan pada Januari 2016 ia mengambil alih kepemimpinan dengan menjadi presiden klub. Sejak dibeli oleh miliarder China tersebut jumlah penggemar Espanyol di negeri tirai bambu memang meningkat, terutama sejak kedatangan Wu Lei yang dijuluki sebagai "Maradona China".

Pengikut mereka di media sosial meningkat lebih dari setengah juta akun di China saja, belum lagi di luar China. Penjualan merchandise dan jersey dengan nama Wu juga dilaporkan sangat tinggi dengan berhasil terjual lebih dari 2.000 jersey dalam waktu sebulan saja.

Banyak liga Eropa termasuk La Liga berusaha merebut pasar China, salah satunya dengan merekrut pemain asal negeri tirai bambu tersebut. Pasar China yang besar sangat menarik bagi banyak klub Eropa untuk mempeluas basis penggemar mereka.

Wu Lei didatangkan dari Shanghai SIPG dengan nilai transfer 2 juta euro atau setara dengan 33 miliar rupiah. Jika Wu Lei mampu tampil impresif dan menyedot penggemar China, maka harga tersebut tentu bisa dibilang tidak mahal.

Mungkin euforia Wu Lei di China sama dengan euforia Egy Maulana Vikri di Indonesia yang tampil bersama Lechia Gdansk. Tiba-tiba klub dari liga kecil Eropa yang sebelumnya jarang terdengar tersebut menjadi pemberitaan media massa lokal dan mendapat banyak penggemar.

Semoga berhasil, Wu Lei!