King Kazu. Sumber: Japan Times

Age is just a number, usia hanyalah angka belaka. Hal itu tampaknya diyakini betul oleh Kazuyoshi Miura atau yang dikenal dengan sebutan King Kazu. Pemain gaek tersebut baru saja memperpanjang kontrak satu tahun dengan klub kasta kedua J-League, Yokohama FC.

King Kazu dilahirkan pada 26 Februari 1967, sehingga ia akan memasuki usia 52 tahun sekitar sebulan lagi. Namun belum ada tanda ia akan segera pensiun dari dunia sepakbola. Dalam sebuah wawancara ia pernah mengatakan bahwa ia tidak berniat menjadi pelatih, targetnya setiap hari hanya satu, yaitu bermain di pertandingan berikutnya.

Padahal, rata-rata pemain sepakbola pensiun di usia 35 tahun. Hal ini mengingat banyaknya tekanan yang diberikan kepada tubuh saat kita bermain sepakbola. Untuk posisi penjaga gawang memang ada beberapa yang masih bermain hingga usia 40 tahun, karena tuntutan aktivitas fisik yang lebih ringan. Tapi King Kazu adalah pemain depan, dan dia masih bermain hingga usia menjelang 52 tahun.

Kazu Dance, cara King Kazu merayakan gol. Sumber: Japan Times

Kazuyoshi Miura memang bukan pesepakbola biasa, ia bahkan memulai karirnya dengan cara yang tidak biasa. Pada tahun 1982, di usia 15 Kazu meninggalkan bangku sekolah dan pergi ke Brazil demi menjadi seorang pesepakbola profesional. Di sana ia bergabung dengan Clube Atletico Juventus hingga tahun 1986. Ia kemudian bergabung dengan Santos di usia 19 sebagai pemain profesional. Itulah sebabnya klub profesional pertama King Kazu adalah Santos, walau ia orang Jepang.

Pada tahun 1990 King Kazu pulang ke Jepang dan bergabung dengan Yomiuri SC yang kemudian beganti nama menjadi Verdy Kawasaki. Kembali ke Jepang setelah bertualang di Brazil menjadikan Kazu sebagai seorang bintang sepakbola. Pada 1994 ia kembali bertualang ke luar negeri, kali ini ia bergabung dengan Genoa di Liga Italia selama satu musim sebelum kembali lagi ke Verdy Kawasaki. Selama periode 1990-2000 King Kazu membela tim nasional Jepang, walau demikian ia tidak tampil di Piala Dunia 1998 karena namanya dicoret saat itu.

King Kazu saat ini memegang rekor sebagai pemain sepakbola tertua di dunia, dan juga pencetak gol tertua di dunia. Sebuah rekor yang rasanya sulit dipecahkan pemain lain, mengingat sepakbola moderen makin kompetitif, dan rasanya sulit bagi pemain di atas usia 40 untuk bisa bersaing dengan para pemain muda.

All hail King Kazu!