Ruben Neves mencetak gol kemenangan 2-1 Wolverhampton atas Liverpool. Sumber: Getty Images

Liverpool kembali menelan kekalahan, kali ini atas Wolverhampton Wanderers di ajang Piala FA. Setelah sebelumnya dikalahkan oleh Manchester City di ajang Liga Primer Inggris. Namun kekalahan tersebut tidak merisaukan Pelatih Liverpool Jurgen Klopp. Hal ini karena Piala FA bukan merupakan target prioritas Liverpool musim ini. Prioritas tertinggi Liverpool musim ini adalah Liga Primer Inggris, kemudian Liga Champions.

Menghadapi persaingan di banyak kompetisi memang seringkali mengharuskan seorang manajer untuk memilih prioritas mana yang harus dikejar. Faktor kebugaran dan risiko cedera membuat seorang menajer harus merotasi pemain intinya di ajang yang bukan prioritas.

Dalam laga melawan Wolves, Klopp tidak memainkan sembilan pemain inti yang memperkuat Liverpool saat menghadapi Manchester City. Tujuannya jelas untuk mengistirahatkan para pemain inti dan menghindarkan mereka dari risiko cedera. Klopp mengatakan bahwa ia melakukan banyak perubahan pemain karena memang harus, bukan karena ingin. Ia harus memastikan pilar-pilar utama Liverpool bisa fit saat bermain di liga.

Namun sayang Liverpool harus kehilangan Dejan Lovren dalam pertandingan ini karena cedera hamstring. Cederanya Lovren ini lebih membuat Klopp risau ketimbang tersingkirnya Liverpool dari Piala FA karena menambah panjang daftar bek Liverpool yang yang cedera selain Joe Gomez dan Joel Matip. Praktis tinggal Virgil van Dijk yang bisa diharapkan menjaga jantung pertahanan Liverpool.

Menurut pengamat, tersingkirnya Liverpool dari Piala FA adalah sebuah berkah, karena berarti tim asal kota pelabuhan itu bisa berkonsentrasi menghadapi persaingan di Liga Primer Inggris dan di Liga Champions.

Liverpool masih memimpin dalam daftar klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan 54 poin, unggul empat poin atas Manchester City. Dan tersingkirnya Liverpool dari Piala FA berarti mereka bisa beristirahat lebih panjang antar pertandingan sehingga lebih bugar dan fokus di liga, sebuah kabar buruk bagi Manchester City.