Puing-puing pesawat yang ditumpangi Emiliano Sala. Sumber: Sky Sports

Pesawat yang ditumpangi Emiliano Sala yang hilang akhirnya ditemukan. Pencarian pada hari Minggu menemukan pesawat Piper Malibu di dasar laut Guernsey di Selat Channel, hampir dua minggu setelah hilang. Pihak berwenang telah mengkonfirmasi penemuan puing pesawat dan tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya yang akan diambil.

Penerbangan yang hilang itu membawa striker Argentina Emiliano Sala, 28 tahun, dan pilot David Ibbotson, 59 tahun, dari Nantes, sebelah Barat Laut Perancis, ke Cardiff di Inggris setelah Sala menyelesaikan proses kepindahannya senilai 15 juta poundsterling ke Cardiff City.

Kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (Remotely Operated Vehicle/ROV) menemukan pesawat tersebut di Selat Channel yang menghubungkan antara Perancis dan Inggris. Tragisnya, dalam rekaman ROV tersebut terlihat tubuh seorang penumpang pesawat nahas tersebut. Belum diketahui apakah itu tubuh Sala atau tubuh sang pilot.

Setelah penemuan pesawat dan tubuh tersebut kini pihak berwenang tengah berdiskusi dengan keluarga pilot, penumpang, dan polisi tentang langkah selanjutnya yang akan diambil. Karena proses evakuasi tentu akan sulit memakan banyak biaya. Hingga kini belum ada keputusan apakah akan mengangkat bangkai pesawat atau tidak. Ada kemungkinan pesawat akan dibiarkan berada di dasar laut.

Ahli kelautan David Mearns membenarkan bahwa puing-puing itu ditemukan pada hari Minggu, sekitar 63 meter di bawah permukaan air, setelah beberapa jam mencari di dasar laut. Dia mengatakan pesawat itu diidentifikasi oleh sonar, sebelum kapal selam dengan kamera dikirim di bawah air dan dapat memastikan itu adalah pesawat.

"Mereka melihat nomor registrasi dan kejutan terbesar adalah bahwa sebagian besar pesawat ada di sana - kami mengharapkan untuk menemukan bidang puing," kata Mearns.

Operasi pencarian terhadap pesawat Sala resmi dihentikan pada 24 Januari setelah kepala pelabuhan Guernsey mengatakan kemungkinan bertahan hidup sangat kecil. Setelah itu pencarian dengan dana pribadi dilakukan setelah kampanye online yang dimulai oleh agen Sala di situs GoFundMe berhasil mengumpulkan 324.000 poundsterling untuk mendanai pencarian pribadi tersebut.

Kecelakaan tragis yang menimpa pemain asal Argentina tersebut mengejutkan banyak pihak, pasalnya kecelakaan terjadi ketika Sala menuju Cardiff tepat setelah proses transfernya selesai. Ia kini terkubur di Selat Channel yang dingin tanpa sempat menginjakkan kaki di klub barunya.

Sebetulnya ada beragam pilihan transportasi dari Perancis ke Inggris. Bahkan terdapat jalur bawah laut di Selat Channel yang menghubungkan Perancis dan Inggris berupa jalur kereta dan jalan tol. Namun Sala memilih menggunakan pesawat kecil melintasi selat tersebut, yang akhirnya terjatuh.

Sementara itu di Cardiff, semakin banyak orang yang menunjukkan duka citanya untuk Sala. Pihak klub Cardiff City tengah berdiskusi mengenai langkah yang harus dilakukan terkait makin banyaknya orang yang meninggalkan bunga, kaus, atau syal di pintu stadion sebagai tanda berduka atas musibah yang menimpa Sala. Mungkin saja barang-barang tersebut akan disingkirkan atau ditaruh di tempat khusus.

Sebagai seorang pemain sepakbola, Emiliano Sala tergolong pemain yang biasa saja dan mungkin namanya belum pernah kita dengar sebelumnya. Ia sempat bermain di Bordeaux dan dipinjamkan ke banyak klub sebelum akhirnya dijual ke Nantes dimana ia mulai bersinar dan menarik minat klub Liga Primer Inggris Cardiff City yang kemudian membelinya dengan harga 15 juta poundsterling. Namun belum sempat bermain untuk Cardiff, ternyata pesawat sang pemain terjatuh di Selat Channel.

Selamat jalan, Emiliano Sala.