Sekelompok anak muda yang merasa sangat menyukai dengan sepakbola atau permainan yang mereka bawa dari Inggris ketika duduk di bangku cadangan. Mereka semua memikirkan hal yang sama yaitu menciptakan sebuah klub sepakbola. Para remaja putra belajar di Massimo D'Adzello High School dan masing-masing dari mereka dapat digambarkan sebagai pemuda yang terdidik. Fakta inilah yang menyebabkan lahirnya nama klub Juventus, kata tersebut diambil dari bahasa Latin yang berarti "pemuda". Pada waktu itu, mereka tidak tahu bahwa pada tanggal 1 November 1897, sebuah legenda besar lahir melalui usaha mereka.

Dapat dikatakan bahwa klub sepakbola terhebat di Italia lahir hampir secara kebetulan. Presiden pertama yang memimpin klub adalah Enrico Canfari. Sedangkan lapangan sepakbola pertama dimainkan berada di kota Pytstsa d'Armes, serta menggunakan jersey berwarna merah muda. Namun, jersey yang digunakan Juventus rupanya sering menimbulkan masalah, setiap kali dicuci, warna jersey selalu luntur.

Tiga tahun kemudian mereka berkeinginan untuk menggantikan warna dari jersey tersebut, salah satu pemain Juventus asal Inggris, Tom Gordon Savage yang pernah bekerja di industry tekstil menyarankan klubnya untuk memesan baju dari negara asalnya. Savage mengatakan jika tekstil di Inggris tekenal dengan kualitas nomor satu. Pihak manajemen pun setuju dengan usulan Savage dan akhirnya mereka membuat jersey di Notthingham, Inggris. Ketika jersey pesanan Juventus tiba di Turin, seluruh pemain, staf hingga petinggi klub merasa kaget karena warna jersey yang dikirim adalah hitam putih.

Pertandingan pertama mereka terjadi di kejuaraan nasional pada tahun 1900. Dan lima tahun kemudian, mereka memenangkan trofi pertama dalam pertardingan sengit ketika melawan tim Milan dan Genoa.

Setelah Perang Dunia I, tim kembali turun ke pertandingan dengan penuh semangat kemenangan, kiper Juventus Jakone dan pemain belakang Novo dan Bruna adalah pemain Juventus pertama yang menerima undangan resmi ke tim nasional Italia. Pada saat itu, presiden tim yang dipimpin oleh Corradino Corradini yang merupakan seorang penyair dan juga seorang penulis lagu untuk klub, yang digunakan sampai tahun 60-an abad terakhir.

Pada tahun 1923 merupakan tahun istimewa bagi tim Juventus, dimana Giampiero Combi membuat debutnya di tim dan akan selalu di kenang sepanjang sejarah. Tanggal 24 Juli di pertemuan pemegang saham klub akan secara resmi mengumumkan bahwa Presiden baru klub menjadi Edoardo Agnelli, putra dari pendiri mobil merek FIAT yang terkenal.

Pada tahun yang sama Juventus pindah ke Stadio di Corso Marsiglia. Jumlah pendukung tim terus bertambah, serta kekuatan klub itu sendiri di sepakbola Italia, mereka memiliki pemain handal seperti: Kombi, Rosetta, Munerati, Bigatto dan Grubbi.

Pada musim 1925/26, Juventus berhasil memenangkan Scudetto kedua mereka, kemenangan tersebut diperoleh di Bologna dalam laga final saat melawan tim Alba Roma. Scudetto ini sekaligus menjadi keberhasilan besar bagi Juventus, dan sejak tahun 1930 hingga 1935 Juventus berhasil menaklukkan 5 Scudetto lainnya.

Alasan utama untuk keberhasilan tim di periode emas ini adalah pelatih Carlo Carcano dan pemain seperti: Orsi, Cariaris, Monty, Cesarini, Varlena, Bertolini, Ferrari, dan Borel II. Juventus memberikan kontribusi yang signifikan kepada tim nasional Italia, seperti yang terjadi pada tahun 1934 di Roma mereka berhasil memenangkan Kejuaraan Dunia. Di tahun1930-an mereka memberikan tim pengalaman pertama untuk berpartisipasi dalam kompetisi internasional di level klub, karena Juventus mulai ambil bagian di Piala Champions Eropa.

Keberhasilan tim berikutnya datang setelah Perang Dunia II. Pada tahun 1947, Giovanni Agnelli, putra Edoardo, yang meninggal secara tragis dalam kecelakaan pesawat pada tahun 1935, yang menjadi Presiden tim pada saat itu. Sekarang tim sudah memiliki juara besar seperti Carlo Parola, Jon Hansen, Praest dan, tentu saja, Giampiero Boniperti. Didukung oleh penggemar, mereka menaklukkan Scudetto pada 1950 dan 1952.