satriotomo
Mengapa Israel Bermain di Eropa?
Israel memenangkan Piala Asia 1964. Sumber: Government Press Office (Israel), CC BY-SA 3.0 Mengapa Israel, sebuah negara Asia, bermain di Eropa dan bergabung dengan UEFA (Union of European Football Association) ketimbang AFC (Asia Football Confederation)? Secara geografis Israel jelas masuk ke dalam wilayah Asia, lalu mengapa Israel bermain di Eropa? Semua bermula pada tahun 1958, Indonesia saat itu hampir mencetak sejarah menembus kualifikasi Piala Dunia 1958. Namun Indonesia memutuskan tidak bertanding karena lawannya adalah Israel. Bukan hanya Indonesia, beberapa negara Timur Tengah lainnya juga melakukan hal yang sama. Mesir dan Sudan pun menolak bertanding melawan Israel. Ada 16 tempat di Piala Dunia 1958, Asia (AFC) dan Afrika (CAF) mendapat jatah 1 tempat, yang diperebutkan oleh 11 tim, termasuk Israel. Hasilnya, Israel memenangkan 1 jatah tersebut tanpa bertanding sama sekali, karena seluruh negara Asia dan Afrika yang berkompetisi menolak bertanding melawan Israel sebagai solidaritas kepada Palestina. Mayoritas negara-negara Asia dan Afrika baru memperoleh kemerdekaannya pada saat itu, mereka merdeka pada tahun 1940-1950 dari kolonialisme Eropa. Semangat anti-kolonialisme begitu tinggi saat itu diantara bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Mereka bahkan menggelar pertemuan besar pertama negara-negara Asia dan Afrika pada tahun 1955, yaitu Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Hasil konferensi menyatakan bahwa kolonialisme dalam segala bentuknya harus dikutuk. Karena itulah maka invasi Israel terhadap wilayah Palestina tidak dapat diterima oleh negara-negara Asia dan Afrika. Ketegangan begitu tinggi di tahun-tahun tesebut, kemudian meletus Perang Arab-Israel pada 1973. Perang tersebut menyebabkan boikot negara-negara Arab kepada Israel dan Barat yang menyebabkan krisis minyak, harga minyak dunia naik tiga kali lipat saat itu. Pada Asian Games 1974 Kuwait dan Korea Utara menolak bertanding melawan Israel. Di tahun yang sama proposal Kuwait untuk mengeluarkan Israel dari AFC disetujui oleh anggota-anggota AFC yang lain. Sejak saat itu Israel mengembara di gurun sepakbola. Israel sempat bergabung dengan Oseania pada 1974, namun hambatan geografis terlalu besar karena mereka harus bepergian jauh untuk menghadiri pertandingan. Pada 1991 klub-klub Israel mulai berkompetisi di Eropa, dan akhirnya setelah 20 tahun Israel menerima keanggotaan penuh dari UEFA pada 1994. Sebenarnya berkompetisi di Eropa memperkecil peluang Israel untuk lolos ke Piala Dunia karena banyak negara kuat di sana. Peluang Israel jelas lebih besar di Asia, namun faktor geopolitik menghalangi Israel bergabung dengan AFC. Artikel ini pertama kali saya tulis dalam bahasa Inggris di Why Does Israel Play in Europe?
0.00
10
2

Lebih banyak posting akan segera hadir. Tulis sendiri!