puncakbukit
Mengenang 'Impossible Goal' Roberto Carlos di Piala Dunia 1998
Kita tentunya sudah tak asing lagi dengan ajang akbar Piala Dunia. Berbicara mengenai Piala Dunia edisi 1998 yang berlangsung di Prancis, berbicara mengenai goal spektakuler Roberto Carlos yang dicetaknya pada tanggal 3 Juni 1998. Ia mengambil tendangan bebas berjarak 35 meter dari depan gawang. Mengambil ancang-ancang cukup jauh lalu menendangnya dengan kaki kirinya. Bola melengkung dengan sangat keras ke arah kanan melewati barisan pagar betis pemain Prancis. Lalu, melengkung ke arah sebaliknya dengan sangat keras menembus gawang Prancis yang dikawal oleh Fabien Barthez. Karena tampak magis, gol ini disebut juga impossible goal. Ilustrasinya dapat kita simak pada gambar berikut. Memang, tak dapat dipungkiri gol ini memang tak mungkin. Bahkan, beberapa pengamat menyebutnya bertentangan dengan hukum fisika. Padahal, ada aspek rumus fisika yang bekerja di balik tendangan spektakuler tersebut. Empat orang ilmuwan asal Prancis tertarik mempelajarinya. Mereka adalah Guillaume Dupeux, Anne Le Goff, David Quere, dan Christophe Clanet. Hasil penelitian dipublikasikan di the New Journal of Physics pada September 2010. “Lintasan bola dapat berubah secara signifikan dari sebuah lingkaran sehingga menjadikan tembakan cukup jauh”, tulis laporan tersebut. “Lalu lintasan berubah menjadi mengejutkan dan sulit ditebak penjaga gawang”. Penelitian tersebut pun menuliskan bahwa gerak lintasan bola yang melengkung spiral dipengaruhi oleh faktor gravitasi, kecepatan bola, dan tekanan udara. Nah, bagaimana tanggapan Roberto Carlos dengan golnya tersebut? “Sejujurnya, hingga saat ini, saya tak tahu bagaimana saya melakukannya”, tutur Roberto Carlos. “Itu gol yang sangat indah, membutuhkan banyak latihan dan kerja keras selama karirku”, tambahnya. Roberto pun menuturkan bahwa ia merasa puas bila latihan dan kerja kerasnya terbayarkan dengan gol indah. “Kerja keras ini terbayarkan saat mampu mencetak gol indah yang menjadi momen spesial bagiku”, tambahnya. Roberto Carlos yakin akan banyak pesepakbola yang mampu melakukannya lebih baik darinya. “Saya yakin dalam permainan modern saat ini, akan banyak gol seperti itu”, tuturnya. “Semakin banyak pemain yang mampu melengkungkan bola saat ini dan Anda akan melihatnya lagi”, tambahnya. “Ada banyak pengambil tendangan bebas yang sangat baik saat ini.” Roberto pun menuturkan bahwa seorang pemain saat ini mesti latihan lebih keras dan giat dibandingkan saat zamannya bermain. “Dalam permainan sepakbola modern, pemain mesti latihan lebih keras saat zaman saya”, Pertandingan pun berakhir dengan kedudukan imbang 1-10. Brazil bertemu kembali dengan Prancis di partai puncak. Negeri Samba akhirnya menyerah di tangan Prancis dengan skor 3-0. Kesimpulannya, latihan keras dan rutin dan menjadi salah satu hal penting bagi pesepakbola profesional. Tanpa hal tersebut, tentunya sulit juga bagi suatu tim untuk memenangkan pertandingan. Oleh: Rahadian (mas_rahadian@yahoo.co.id) Referensi:http://www.espn.com/soccer/club/brazil/205/blog/post/3138037/roberto-carlos-free-kick-the-physics-behind-impossible-strike-20-years-onhttps://www.thesun.co.uk/sport/3465156/roberto-carlos-admits-20-years-on-from-famous-free-kick-against-france-that-he-has-no-idea-how-he-scored-it/https://www.bbc.com/news/science-environment-11153466 Gambar:https://a.espncdn.com/combiner/i?img=%2Fphoto%2F2017%2F0602%2Fr214949_864x1296_2%2D3.jpg&w=570 Lihat juga:Seri Steemit Puncak Bukit (https://steemit.com/steemit/@puncakbukit/seri-steemit-puncak-bukit-19-agustus-2018) Puncak Bukit (https://www.puncakbukit.net/)Laporan Olahraga (https://laporan-olahraga.blogspot.com/)
0.00
10
0

satriotomo
Merayakan Gol Telat
0.00
9
3

Lebih banyak posting akan segera hadir. Tulis sendiri!