Sepak bola / haringga sirila

puncakbukit
Tanggapan 3 Pelatih Asing Terkait Pengeroyokan Haringga
Tanggal 23 September 2018 menjadi hari yang sangat kelabu dalam persepakbolaan Indonesia. Pada hari ini, sebelum pertandingan bigmatch antara Persib dengan Persija, seorang pendukung Persija bernama Haringga Sirla meregang nyawa akibat dikeroyok oleh beberapa pendukung Persib. Akibat kejadian ini, kompetisi sepakbola Liga 1 dihentikan sampai batas yang belum ditentukan. Karenanya, tentunya akan merugikan banyak pihak. Termasuk klub-klub yang berkiprah di kompetisi Liga 1. Tak tertutup kemungkinan juga, Persib akan menerima sanksi yang sangat berat akibat kejadian tersebut. Kejadian ini pun mengundang berbagai komentar dari berbagai kalangan, termasuk beberapa pelatih asing yang berkiprah di kompetisi sepakbola Liga 1. Dejan Antonic, pelatih Borneo FC yang juga pernah menjadi pelatih Persib, dilansir dari situs tribunnews.com, menuturkan bahwa memberhentikan kompetisi sepakbola adalah hal masuk akal. Tujuannya, agar memberikan efek jera sehingga kejadian ini tak terulang kembali. Pelatih asal Serbia ini pun membandingkan rivalitas Persib-Persija dengan rivalitas derby antara Red Star Begrade dengan Partizan Belgrade. Kedua klub tersebut bermarkas di Belgrade, Serbia. Dejan menuturkan bahwa rivalitas kedua tim sekota tersebut memang sengit dan panas. Bahkan, hingga terjadi berbaku hantam antar pendukung. Meskipun demikian, menurut penuturan Dejan, mereka mengutamakan tak membunuh manusia. Stefano Cugurra Teco, pelatih Persija, dilansir dari situs bolasport.com, mengutarakan hal senada. Pelatih asal Brasil ini menuturkan bahwa kejadian ini diluar akal sehat manusia. Ia pun menghimbau agar kejadian ini tak meninggalkan dendam antar suporter. Sebabnya, pendukung tim apapun adalah orang Indonesia. Pelatih asal Brasil ini mengutarakan bahwa kejadian ini membuatnya merasa sedih sekaligus juga merasa kengerian. Ia pun menghimbau agar kejadian ini tak terulang. Ia pun merasa sedih menyaksikan video pengeroyokan Haringga, yang terjadi di area parkir Stadion Bandung Lautan Api. Untuk menghormati Haringga yang kini telah tiada, Teco, panggilan sang pelatih, bersama para pemainnya mengenakan pita hitam saat latihan Mario Gomez, pelatih Persib saat ini, turut berkomentar terhadap kejadian tersebut. Menurut pelatih asal Argentina ini, dilansir dari situs liputan6.com, rivalitas kedua suporter ibarat perang. Padahal, siapapun dapat datang menyaksikan serunya pertandingan bersama keluarganya. Gomez memberi contoh rivalitas yang sengit dan panas, yaitu Barcelona dengan Real Madrid. Meskipun persaingan dan rivalitas kedua klub asal Spanyol tersebut begitu sengit dan panas hingga terasa ke luar Spanyol,, tak memakan korban jiwa. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk berbagai pihak. Dan juga, semoga kejadian ini tak terulang kembali di masa-masa mendatang. Kejadian ini hendaknya menyadarkan kita semua bahwa kita mesti berempati dan menghargai nyawa siapapun. Kita tentunya menginginkan menyaksikan pertandingan besar dengan aman dan nyaman tanpa mesti mendengar adanya korban jiwa. Oleh: Rahadian (mas_rahadian@yahoo.co.id) Referensi:http://jateng.tribunnews.com/2018/09/27/dejan-antonic-bandingkan-tragedi-tewasnya-suporter-persija-dengan-derbi-serbia https://www.bolasport.com/liga-1/308332-pelatih-persija-trauma-dengan-insiden-tewasnya-haringga-sirla https://www.liputan6.com/bola/read/3654680/soal-insiden-haringga-pelatih-persib-sepak-bola-bukan-perang Gambar:https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f5/Le_Vinh_-_AFC_Cup._Navibank_SG_-_Arema_Indonesia.jpg/800px-Le_Vinh_-_AFC_Cup._Navibank_SG_-_Arema_Indonesia.jpg Lihat juga:Seri Steemit Puncak Bukit (https://steemit.com/steemit/@puncakbukit/seri-steemit-puncak-bukit-19-agustus-2018) Puncak Bukit (https://www.puncakbukit.net/) Laporan Olahraga (https://laporan-olahraga.blogspot.com/)
0.00
5
0