Sepak bola / jose mourinho

satriotomo
Klub Terbaik yang Pernah Dilatih Mourinho
Jose Mourinho. Sumber: New Statesman America Jose Mourinho mengungkap klub terbaik yang pernah ia latih. Jawabannya bukan Chelsea atau Real Madrid, tapi Inter Milan. Walaupun nama Mourinho lekat dengan Chelsea dan Real Madrid, tapi menurutnya klub terbaik yang pernah ia latih adalah raksasa Italia, Inter Milan. Mengapa Inter Milan? Jawabannya karena di klub itulah Mourinho memenangkan banyak trofi dan penghargaan. "Saya harus mengatakan Inter Milan, karena kami memenangkan segalanya." Karir Kepelatihan Jose Mourinho Sebagai pelatih Jose Mourinho sudah malang melintang di berbagai liga top Eropa selama hampir 30 tahun. Selama itu ia telah memenangkan banyak trofi dan penghargaan bersama berbagai klub yang ia latih. Jose Mourinho memulai karir sepabolanya sebagai pemain pada tahun 1982 dan pensiun pada 1987, hanya lima tahun saja. Setelah mengambil lisensi kepelatihan, Mourinho memulai karir kepelatihannya pada 1 Juli 1989 sebagai pelatih tim junior Vitoria Setubal, klub kota kelahirannya. Ia melatih tim junior Vitoria Setubal selama 364 hari. Kemudian ia naik kelas menjadi asisten manajer di berbagai klub di Portugal seperti Estrela Amadora, Ovarense, Sporting CP, dan FC Porto sejak tahun 1990 sampai tahun 1996. Puas malang melintang di Portugal, Mourinho mencari kesempatan baru di luar negeri. Tawaran menjadi asisten manajer FC Barcelona tidak ia lewatkan. Sejak 1996 hingga 2000 Mourinho menjadi asisten manajer di klub Katalan tersebut membantu Louis van Gaal dan Sir Bobby Robson. Mourinho belajar banyak dari dua manajer kawakan tersebut. Bersama Barcelona ia mulai merasakan berbagai gelar juara, yaitu dua kali juara Liga Spanyol, dua kali juara Copa del Rey, satu kali juara Piala Super Spanyol, dan satu kali juara Piala Super Eropa. Berbekal pengalaman sebagai asisten manajer selama 10 tahun dan pengalamannya di Barcelona, Mourinho pulang ke Portugal untuk menjadi manajer. Benfica adalah klub pertama yang meliriknya, namun ia hanya sebentar menangani klub ini, 76 hari saja. Berikutnya ia pindah ke Leiria dan FC Porto hingga tahun 2004. Di FC Porto inilah Mourinho membuat namanya melambung di seantero dunia dengan menjuarai Liga Champions 2004. Porto yang tidak diperhitungkan dalam peta sepakbola Eropa berhasil menjuarai turnamen paling bergengsi di benua biru tersebut. Mourinho juga membawa Porto dua kali menjuarai Liga Portugal. Mourinho juga diganjar penghargaan sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2003. Prestasi mentereng tersebut membuat Mourinho dilirik berbagai klub papan atas Eropa. Akhirnya ia berlabuh ke Chelsea yang kala itu tengah memulai reformasi setelah diambil alih taipan minyak asal Rusia, Roman Abramovich. Ia menangani Chelsea dari 2004 hingga 2007. Dalam tiga tahun tersebut Mourinho mempersembahkan dua gelar juara liga, dua Piala Liga, dan satu Piala Super mematahkan dominasi Manchester United bersama Alex Ferguson. Bersama Chelsea ia juga mendapat penghargaan individu sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2004. Puas menaklukkan Inggris, Mourinho beranjak ke Italia untuk melatih Inter Milan. Ia menangani raksasa Italia tersebut sejak 2008 hingga 2010. Dalam dua tahun yang singkat tersebut Mourinho memberikan dua gelar scudetto, satu gelar juara Liga Champions, satu Piala Italia, dan satu Piala Super Italia. Rentetan kemenangan dalam waktu singkat bersama Inter inilah yang paling berkesan buat Mourinho, karena bersama Inter ia memenangkan treble atau tiga gelar sekaligus dalam satu musim. Bersama Inter ia kembali mendapat gelar Pelatih Terbaik Dunia 2009. Berikutnya ia pergi ke Spanyol untuk melatih Real Madrid dimana ia mempersembahkan satu juara liga, satu Piala Spanyol, dan satu Piala Super Spanyol dalam periode 2010-2013. Bersama Madrid ia juga kembali menyabet penghargaan sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2011. Dari Spanyol ia kembali ke Inggris bersama Chelsea dimana ia kembali mempersembahkan satu gelar juara liga dan satu Piala Liga dalam periode 2013-2015. Kemudian ia pindah ke Manchester United dan menangani Setan Merah sejak 2016 hingga 2018 dan mempersembahkan satu Piala Liga, satu Piala Super Inggris, dan satu Piala UEFA. Walaupun catatannya bersama Manchester United banyak dicemooh orang, namun kabinet trofi Jose Mourinho berbicara bahwa ia tetap merupakan salah satu pelatih terbaik di dunia dan telah memenangkan banyak gelar di berbagai liga top Eropa. Namun dari berbagai gelar mentereng di berbagai klub dan liga tersebut, ketika ditanya mana yang terbaik, ternyata ia menyebut nama Inter Milan, tempat ia meraih treble winners. Akankah ini merupakan sinyal ia akan kembali ke Inter? Atau ia akan mencari tantangan baru bersama klub yang lain? Yang jelas, banyak klub top tengah mengantre untuk mendapatkan tanda tangannya.
0.00
8
0

poen
"Memahami" Jose Mourinho
0.00
6
0

satriotomo
Merayakan Gol Telat
0.00
9
3