Sepak bola / kapten

puncakbukit
Kharismatik Seorang Roy Keane
Berbicara mengenai tim kuat yang memiliki sejarah juara di Liga Inggris, mesti juga membahas Manchester United. Berbicara mengenai kapten tim berjuluk Setan Merah ini, mesti membahas juga sosok seorang Roy Keane. Meskipun terkenal sebagai sosok yang temperamental dan sering 'meledak-ledak', ia sangat disegani rekan-rekannya. Memang, pria asal Irlandia ini tidak dianugerahi kemampuan mengolah si kulit bundar yang sangat mumpuni seperti halnya Ryan Giggs ataupun Paul Scholes. Namun, sisi positifnya, pengaruhnya sangat terasa bagi rekan-rekan setimnya. Ia mampu mengangkat mental bertanding rekan-rekannya untuk memenangkan pertandingan. Rio Ferdinand, mantan pemain belakang Manchester United, menuturkan bahwa kehadirannya menjadikan tim sangat berani mengambil risiko untuk menyerang. Hal senada diungkapkan juga oleh Gary Neville. Menurutnya, pengaruhnya terasa seperti Sir Alex Ferguson baik saat berlatih ataupun di ruang ganti pemain. Pemain yang berposisi sebagai bek sayap ini mengutarakan bahwa sang kapten memiliki standar nilai-nilai yang mesti diikuti pemain-pemain lainnya. Gary pun mengutarakan bahwa Keane selalu teguh pendirian. “Tak ada penurunan kualitas kepemimpinannya”, tuturnya. Gary pun mengakui bahwa bila ia masih berusia bocah, ia akan sangat mengidolakannya. Baginya, Keane adalah sosok kapten yang ideal. Salah satu bukti kualitas kepemimpinannya yaitu saat pertandingan semifinal Liga Champions 1999 yang mempertemukan MU dengan Juventus. Meskipun baru berjalan 11 menit, dua gol Filippo Inzaghi sudah bersarang di gawang MU. Sebagai seorang kapten, Keane tak lantas menyerah begitu saja. Ia mencetak gol pertama melalui sundulan umpan silang akurat tendangan pojok David Beckham, lalu memotivasi dan mengangkat mental rekan-rekannya untuk memenangkan pertandingan. Setan Merah akhirnya mampu membalikkan kedudukan 3-2 dan berhak menuju ke partai final. Dua gol lainnya dicetak oleh Dwight Yorke. Namun, karena terkena akumulasi kartu kuning akibat men-tackle Zidane,, ia tak tampil di partai final. Juventus tentunya harus mengubur impiannya menjadi juara Liga Champions saat itu. Setelah pertandingan, Sir Alex Ferguson pun mengapresiasi kualitas kepemimpinannya. Gerard Pique, bek Barcelona yang pernah juga menjadi pemain MU, pernah juga merasakan kegalakannya. Saat itu, ia masih berusia 18 tahun. Sebelum pertandingan, Pique duduk di ruang ganti bersebelahan dengan Keane. Suasana begitu hening, mereka menunggu Sir Alex Ferguson datang untuk memberikan instruksi. Tiba-tiba, handphone Pique bergetar. Jelas saja, Keane yang duduk di sebelahnya memandang sekelilingnya. Ia lalu bertanya apakah ada yang memiliki handphone tersebut dengan nada sinis.Akhirnya, Pique mengakui bahwa handphone yang bergetar miliknya. Jelas saja, Keane langsung memarahinya habis-habisan. Bagi Pique, hal ini menjadi pelajaran yang bagus untuk menumbuhkan mental disiplin. Memang, tak salahnya menyebut seorang Roy Keane sebagai seorang legenda. Baik untuk Manchester United, sepakbola Inggris, dan sepakbola dunia. Hingga saat ini, Keane pun disebut-sebut sebagai salah satu kapten terbaik yang pernah berkiprah di Liga Inggris. Hal penting yang dapat kita petik yaitu tim sepakbola yang kuat mesti membutuhkan seorang kapten yang kharismatik Seorang kapten yang kharismatik pun mampu menjadikan tim menjadi lebih kuat. Oleh: Rahadian (mas_rahadian@yahoo.co.id) Referensi:https://www.sportsjoe.ie/football/roy-keane-man-united-ireland-162781http://thepeoplesperson.com/2018/03/02/rio-ferdinand-explains-the-influence-roy-keane-had-on-his-manchester-united-career-195061/https://www.theguardian.com/football/1999/apr/21/newsstory.sport6https://www.skysports.com/football/news/11667/11299922/gerard-pique-recalls-roy-keane-dressing-down-over-phone-in-man-utd-changing-room Gambar:https://e0.365dm.com/18/03/768x432/skysports-roy-keane-manchester_4261843.jpg?20180322114054 Lihat juga:Seri Steemit Puncak Bukit (https://steemit.com/steemit/@puncakbukit/seri-steemit-puncak-bukit-19-agustus-2018) Puncak Bukit (https://www.puncakbukit.net/)Laporan Olahraga (https://laporan-olahraga.blogspot.com/)
0.00
9
0

puncakbukitDiperbarui
Messi Kurang Mampu Memimpin Tim
0.00
4
2
Lebih banyak posting akan segera hadir. Tulis sendiri!