Sepak bola / korsel

rahadian
Taktik Pocchettino Tanpa Kane dan Son
Setelah Son Heung-Min absen hingga Februari karena memperkuat Korea Selatan dalam Piala Asia, Totenham kembali dilanda masalah. Harry Kane pun dibekap cedera pergelangan kaki. Tanpa Kane dan Son, tentunya akan mengurangi ketajaman lini depan Keduanya memang menjadi pemain penting di lini serang. Pocchettino sebagai sang juru taktik tentunya mesti memutar otak untuk menemukan solusinya Meskipun demikian, pelatih asal Argentina ini mengaku tak panik dan tak khawatir. Tak adanya kedua pemain tersebut dalam squad, menjadi kesempatan bagi pemain penghangat bangku cadangan untuk menunjukkan kualitas. "Situasi ini menjadi peluang bagi pemain lain untuk menunjukkan kualitasnya", tuturnya. " Tak adanya striker tajam, mungkin saja membuat Pocchettino menerapkan formasi false nine. Loucas Moura dan Delle Ali dapat dapat ditempatkan menjadi striker bayangan. Loucas Moura memang jarang diturunkan. Sedangkan Delli Ali memiliki naluri baik dalam mencetak gol. Ia telah mencetak 41 gol dalam Premiere League selama tiga tahun terakhir. Harry Kane telah mencetak 14 gol. Stiker timnas Inggris ini masuk dalam jajaran top skor. Ia pun menjadi pemain yang terkadang muncul untuk menciptakan peluang berbahaya. Dilansir dari situs premiereleague.com, Kane telah 7 kali terlibat dalam proses menciptakan peluang emas. Kane pun telah mencetak 4 assist Sedangkan Son Heung-MIn telah mencetak 8 goal. Striker timnas Korsel ini telah terlibat 3 kali dalam proses menciptakan peluang emas. Ia pun telah mencetak 5 assist. Untuk mengisi kekosongan lini depan, Troy Parrott disebut-sebut akan dipromosikan ke tim senior. Ia adalah pemain Tottenham U-18. Sepanjang 12 pertandingan, pemain asal Republik Irlandia ini telah mencetak 12 gol dan 9 assist. Pocchettino memang telah memantau perfomanya "Saya telah melihatnya musim ini", tuturnya. Nah, mampukah Tottenham meraih kemenangan tanpa Kane dan Son?
0.00
6
0

Lebih banyak posting akan segera hadir. Tulis sendiri!