Sepak bola / liga italia

puncakbukit
Pandangan Mantan Pemain Juventus dan Inter Terhadap Derby D’Italia
Berbicara mengenai panasnya perhelatan kompetisi sepakbola Italia, berbicara juga mengenai rivalitas Juventus dengan Inter Milan. Kedua klub ini memang menjadi musuh bebuyutan. Bahkan, setelah Juventus resmi mendatangkan Cristiano Ronaldo, suporter Inter Milan meresponnya dengan memasang spanduk Ronaldo Kami Tidak Takut. Laga antara Juventus dengan Inter Milan dikenal juga dengan nama Derby D’Italia. Pertandingan big match ini tak hanya menyedot mata penonton setempat saja, tetapi juga jutaan pemirsa dari berbagai belahan dunia. Derby D’Italia tentunya semakin memanaskan perhelatan Liga Italia. Lalu, karena pertandingan tersebut merupakan big match yang mengundang jutaan mata, bagaimana suasana rivalitas pertandingan tersebut? Mari kita simak penuturan Paulo Sousa. Pesepakbola asal Portugal ini pernah menjadi pemain Juventus dan Inter Milan. Pesepakbola asal Portugal ini memperkuat Juventus dari tahun 1994 hingga 1996. Pada tahun 1998 hingga 2000, pesepakbola asal Portugal ini memperkuat Inter Milan. Sousa menuturkan bahwa ada satu hal yang kini menjadikan rivalitas ini terasa berbeda. Yaitu, Juventus kini menjadi tim yang sangat kuat. “Ketika saya tiba di Juventus, Juventus tak juara selama sembilan tahun, sedangkan Inter delapan tahun (tak menjadi juara)”, tuturnya. Penuturannya memang tepat. Saat ini, Juventus benar-benar menjadi raja sepakbola Italia. Tim asal kota Turin ini meraih 7 gelar juara Liga Italia secara beruntun. Karena berstatus sebagai juara, para pemain Juventus tentunya akan berjuang lebih optimal untuk meraih kemenangan Sousa yang juga pernah menjadi pelatih Fiorentina pun menuturkan bahwa Juventus dapat mengganti gaya bermain kapan saja. Selain itu, memahami berbagai cara untuk memenangi pertandingan, melakukan serangan balik mematikan, mengoptimalkan bola mati, dan membangun serangan secara dinamis. Sedangkan Inter, dalam pandangannya, dihuni oleh pemain berfisik kuat. Selain itu, menampilkan permainan yang solid dan bekerja keras untuk meraih kemenangan. Sousa pun menuturkan bahwa Mauro Icardi menjadi pemain kunci yang sangat penting bagi Inter Milan Nah, bagaimana gaya permainan pelatih tim tersebut? Saat ini, Inter Milan diarsiteki oleh Luciano Spalletti. Sedangkan Juventus diarsiteki oleh Massimo Allegri. Luciano Spalletti, dalam pandangannya, yaitu seorang pelatih yang fleksibel meramu strategi permainan. Sedangkan Allegri, dalam pandangannya, sering menginstruksikan para pemain sayapnya untuk bermain di area tengah lapangan. Sebagai strategi jitu untuk mengalahkan Juventus, Sousa memberikan saran bahwa Inter Milan membutuhkan seorang pemain sayap yang mampu melewati hadangan pemain Juventus dan mampu memberikan umpan silang yang akurat. Pemain sayap dapat ditempatkan pada sayap kiri ataupun kanan. Nah, berbicara mengenai juara kompetisi, apakah Inter Milan mampu menjadi juara menyingkirkan Juventus? Tak tertutup kemungkinan, Inter Milan akan mematahkan gelar juara beruntun Juventus. “Mungkin saja”, tutur Sousa. Kita tunggu saja… Oleh: Rahadian (mas_rahadian@yahoo.co.id) Referensi:Harian Top Skor 7 Desember 2018 https://sport.detik.com/sepakbola/liga-italia/4114091/lewat-spanduk-fans-inter-tegaskan-tidak-takut-ronaldo Gambar:https://upload.wikimedia.org/wikipedia/it/3/31/Paulo_Sousa_-_1995_-_Juventus_FC.jpg Lihat juga:Seri Steemit Puncak Bukit (https://steemit.com/steemit/@puncakbukit/seri-steemit-puncak-bukit-19-agustus-2018) Puncak Bukit (https://www.puncakbukit.net/) Laporan Olahraga (https://laporan-olahraga.blogspot.com/)
0.00
8
0