Sepak bola / ronaldo

puncakbukit
Misteri Ronaldo di Partai Final Piala Dunia 1998
Pada Piala Dunia edisi 1998, Brazil berhasil melangkah hingga ke partai puncak menghadapi Prancis sebagai tuan rumah. Sebelum pertandingan tersebut berlangsung, Ronaldo mengalami kejang-kejang dan memuntahkan cairan berbusa. Roberto Carlos yang menjadi teman sekamarnya di hotel tempat mereka menginap lekas meminta bantuan. Sebelumnya Ronaldo mengalami hal tersebut, timnas Brazil makan siang di restoran Chateau de Grande Romaine. Kondisi ini menjadikan perfoma Ronaldo tak bermain seperti biasanya. Di atas lapangan, ia terlihat tak berdaya dan bertenaga. Padahal, menjadi ujung tombak yang sangat diandalkan. Tim Negeri Samba pun akhirnya mesti bertekuk lutut dengan skor 3-0. Setelah kejadian tersebut, karena kondisi kesehatannya menurun, tersiar kabar bahwa ia tak akan tampil di partai puncak. Namun, Mario Zagallo selaku pelatih tetap menurunkannya. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dengannya? Apakah disebabkan oleh makanan yang disantap sebelumnya? Muncul beberapa spekulasi. Antara lain, makanan yang disantap telah diracuni, memiliki penyakit yang sangat dirahasiakannya yaitu epilepsi, diberi obat yang membuatnya lemas beberapa hari sebelum pertandingannya oleh dokter tim, dipaksa bermain meski tak fit karena tekanan pihak tertentu, dan sengaja mengalah agar mendapatkan banyak pundi-pundi dollar. Lalu, bagaimana tanggapan Ronaldo? Dalam salah satu wawancaranya, ia mengutarakan bahwa ia mengalami kejang-kejang setelah makan siang. Selain itu, sempat tak sadarkan diri hingga selama sekitar empat menit. Namun, sama sekali tak mengerti mengapa hal tersebut terjadi. Dokter lalu memeriksanya kemudian mengatakan kepadanya bahwa ia tak dapat tampil pada laga puncak. Namun, tetap ingin bermain. Ronaldo lalu dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih jauh. Ia pun meminta kepada Mario Zagallo untuk tetap memainkannya pada laga pamungkas tersebut. Kejadian ini pun menjadi kabar yang sangat tak menggembirakan bagi para pemain. Bahkan, meruntuhkan mental bertanding. Leonardo, salah seorang pemain timnas Brazil, mengutarakan bahwa biasanya para pemain bernyanyi dan berdansa di dalam bus agar lebih bersemangat dan optimal bermain. Namun, karena tersiar kabar mengenai kejadian tersebut, suasana di dalam bus berubah menjadi sunyi senyap. Suasana ini, menurut Leonardo, menjadi pertanda bahwa timnya sangat takut menghadapi Prancis di partai final. Tanda-tanda kekalahan menjadi telah terasa sebelum pertandingan tersebut berlangsung Ia pun mengakui bahwa tak benar-benar menampilkan performanya yang terbaik dalam pertandingan tersebut. Namun, merasa dirinya baik-baik saja. Memang, penyebab kejang-kejang dan muntah hingga tak tampil optimal berlaga di partai puncak sesungguhnya masih menjadi misteri. Sekali lagi, apa sesungguhnya penyebabnya? Pada ajang Piala Dunia selanjutnya yang berlangsung empat tahun kemudian, Ronaldo menjadi sang bintang. Ia mencetak dua gol ke gawang Jerman yang menjadikan Brazil meraih juara Piala Dunia-nya yang ke-lima. Oleh: Rahadian (mas_rahadian@yahoo.co.id) Referensi:https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20170711185527-142-227184/misteri-ronaldo-kejang-kejang-di-piala-dunia-1998https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20170711185527-142-227184/misteri-ronaldo-kejang-kejang-di-piala-dunia-1998/2https://www.mirror.co.uk/sport/football/world-cup-2014/world-cup-unconscious-minutes-ahead-3667198 Gambar:https://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/ronaldo_1998_final.jpg?itok=larzg-qA Lihat juga:[Seri Steemit Puncak Bukit](https://steemit.com/steemit/@puncakbukit/seri-steemit-puncak-bukit-19-agustus-2018) Puncak Bukit (https://www.puncakbukit.net/)Laporan Olahraga (https://laporan-olahraga.blogspot.com/)
0.00
5
0