Sepak bola / sejarah

puncakbukit
Nicolo Zaniolo Ukir Sejarah
Berbicara mengenai AS Roma musim ini, berbicara juga mengenai sosok seorang Nicolo Zaniolo. Karena performanya yang gemilang bersama tim ibukota ini, pemain muda ini menjadi pusat perhatian banyak kalangan. Khususnya bagi para pendukungnya. Ia pun disebut-sebut sebagai penerus Francesco Totti. Nah, pada Babak 16 Besar Liga Champions leg pertama yang mempertemukan AS Roma dengan Porto, ia mencetak dua gol. Dua gol yang dicetaknya menjadikannya sebagai pesepakbola Italia termuda yang mencetak brace (dua gol dalam satu pertandingan) di ajang Liga Champions. Mengacu kepada performanya, baik di Liga Champions ataupun kompetisi domestik, memang tak salah menyebutnya sebagai calon pemain masa depan timnas Italia. Saking gembiranya, Zaniolo mengakui kehabisan tutur kata untuk mengutarakan hal yang ia rasakan. Ia pun mengutarakan bahwa momen ini pun akan selalu dikenang olehnya. “Saya tak akan pernah melupakannya seumur hidup”, tuturnya. Meskipun telah mencetak brace, tak lantas berpuas diri. Ingin juga mencetak banyak gol lagi. “Saya berharap bisa mencetak lebih banyak gol lagi”, tuturnya. Zaniolo pun dilirik juga beberapa klub besar. Salah satunya yaitu Juventus yang benar-benar sangat ingin memilikinya. Bahkan, tim papan atas Liga Italia ini mengirimkan seorang pencari bakat untuk memantau performanya dalam pertandingan tersebut. Bila ada klub yang bersedia menebusnya dengan pundi-pundi Euro yang melimpah, tentunya manajemen akan meraup untung yang sangat besar. Manajemen memang tak mengeluarkan banyak dana untuk memboyongnya dari Internazionale. Ia termasuk ke dalam paket 'tukar tambah' dengan Radja Nainggolan. Zaniolo dibanderol 4,5 juta Euro. Nah, apakah Internazionale juga tertarik untuk memboyongnya kembali? Meskipun mesti ditebus dengan pundi-pundi Euro yang sangat tak sedikit? Memang tak ada yang menduga performanya akan begitu impresif seperti yang kita saksikan saat ini. Nah, apakah akan mencetak gol kembali ataupun menampilkan aksi-aksi gemilang kembali? Kita tunggu saja... Karena telah dikenal banyak orang dan telah meraih popularitas, Eusebio di Francesco selaku pelatih AS Roma menasehatinya agar tak lekas berpuas diri dan tetap berpijak di bumi. Ia pun ingin agar pemain muda ini berkembang tanpa ada tekanan kepadanya. “Pemain muda ini harus dibiarkan berkembang dengan tenang”, tuturnya. “Saya berkata kepadanya agar tetap bermain tanpa memikirkan sukses”, tambahnya. Gelandang yang bertinggi badan 1,9 meter ini lahir pada tanggal 2 Juli 1999 di Tuscany, Italia. Memulai karir junior di Fiorentina pada musim 2016. Setahun kemudian, bergabung dengan Virtus Entella yang saat itu berada di kasta Serie B. Setahun kemudian, bergabung dengan Internazionale Ia bersama dengan Davide Santon ditukar tambah dengan Radja Nainggolan dari AS Roma semusim setelahnya. Dalam level internasional, ia pernah memperkuat timnas Italia U-18, U-19, dan U-21. Oleh: Rahadian (mas_rahadian@yahoo.co.id) Referensi:https://www.goal.com/id/berita/profil-nicolo-zaniolo-iseng-iseng-berhadiah-as-roma/1ca9q21nriw0b1s68zpxkudf18Harian Top Skor 14 Februari 2019https://en.wikipedia.org/wiki/Nicol%C3%B2_Zaniolo Gambar:https://www.straitstimes.com/sites/default/files/styles/article_pictrure_780x520_/public/articles/2019/02/13/fbl-eur-c1-roma-porto-215405.jpg?itok=HtcHbw9C&timestamp=1550009924 Lihat juga:[Seri Steemit Puncak Bukit](https://steemit.com/steemit/@puncakbukit/seri-steemit-puncak-bukit-19-agustus-2018) Puncak Bukit (https://www.puncakbukit.net/)Laporan Olahraga (https://laporan-olahraga.blogspot.com/)
0.00
6
0

satriotomoDiperbarui
Sejarah Berdirinya Football Association
0.00
12
3

Lebih banyak posting akan segera hadir. Tulis sendiri!