Sepak bola / timnas u-16

puncakbukit
Lima Pemain Timnas U16 adalah Anak Desa yang Taat Beribadah
Seperti yang sudah kita ketahui, anak-anak Garuda muda berhasil menjadi juara AFF U16. Di pertandingan final, mereka berhasil mengalahkan Thailand dengan drama adu penalti. Nah, ada hal yang menarik dalam komposisi pemain timnas U16. Lima pemain U16 adalah anak desa. Mereka adalah Yadi Mulyadi, Hamsa Medari Lestaluhu, Muhammad Fajar Faturrahman, Ahludz Dzikri, dan Muhammad Talaohu. Lima pemain tersebut ‘jebolan’ SSB (Sekolah Sepak Bola) ASAD Jaya Perkasa. ASAD singkatan dari Asli Sepakbola Anak Desa. SSB ASAD Jaya yaitu sekolah sepakbola yang berada di Purwakarta. Manajer sekaligus pembina sekolah sepakbola tersebut yaitu mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Pemilihan nama Asli Sepakbola Anak Desa sebagai nama sekolah sepakbola dilatarbelakangi banyaknya siswa yang berasal dari lingkungan pedesaan. Sedangkan ASAD, dalam Bahasa Arab, artinya singa. Kontribusi lima pemain tersebut hingga timnas U16 berhasil menjadi juara membuat Dedi Mulyadi terharu. “Saya terus terang terharu, saya bahagia”, tutur Dedi Mulyadi,dilansir dari situs tribunnews.com. “Anak-anak dari desa mampu membuktikan diri di kancah internasional”, tambahnya Terkait potensi anak desa, Habib Alwi Hasan Syuaib, manajer SSB ASAD, menuturkan bahwa anak desa memiliki karakter kuat dan tak cengeng. “Kuat dalam berbagai hal dan mudah diarahkan, tidak cengeng”, tuturnya, dilansir dari Harian Umum Pikiran Rakyat. “Ini terus terang saja yang melandasi saya dan Kang Dedi untuk terus apruk-aprukan (menjelajahi) desa, kita konsisten mencari bibit sepakbola”, tambahnya. Para siswa SSB ASAD tentunya akan berlatih berbagai menu terkait sepakbola. Selain diberi beragam menu latihan terkait sepakbola, aspek keagamaan dan kerohanian para siswa SSB ASAD pun diperkuat. “Anak ASAD yang Muslim shalat Subuh berjamaah kemudian mengaji, teman-temannya yang non-muslim menyesuaikan mempelajari kitab agamanya”, tutur Alwi. “Intinya bangun pagi menjadi kewajiban, ini belajar karakter”, tambahnya. Para siswa pun, baik yang muslim ataupun non-muslim, tentunya mesti bangun saat ataupun sebelum waktu Subuh Terkait sistem pendidikan sekolah sepakbola tersebut, Dedi Mulyadi menuturkan bahwa siswa yang lulus seleksi akan dibina menjadi pesepakbola modern hingga berusia 18 tahun. Batas usia maksimal yaitu 15 tahun. Nah, bila siswa menunjukkan prestasi, dilarang menjadi model iklan. “Kalau berprestasi tidak boleh menjadi model iklan, harus fokus”, tutur Dedi Mulyadi, dilansir dari Harian Umum Pikiran Rakyat. Lima pemain tersebut dan para punggawa timnas U16 lainnya tentunya akan menjadi punggawa timnas senior di masa mendatang. Mereka juga yang akan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Kesimpulannya, dengan pembinaan sejak usia muda dan pencarian bakat-bakat sepakbola hingga ke pelosok desa, akan banyak melahirkan pesepakbola tangguh yang tentunya akan menjadi punggawa timnas senior. Semoga SSB ASAD Jaya Perkasa terus melahirkan pesepakbola=pesepakbola tangguh yang siap mengharumkan nama Bangsa Indonesia… Oleh: Rahadian (mas_rahadian@yahoo.co.id) Referensi:Harian Umum Pikiran Rakyat 14 Agustus 2018 http://jabar.tribunnews.com/2018/08/13/timnas-indonesia-u-16-juara-dedi-mulyadi-mengaku-terharu-karena-sejumlah-alasan-ini Gambar:http://thejakartapost.com/files/images2/02wearechampioin.img_assist_custom-780x510.png Lihat juga:Seri Steemit Puncak Bukit (https://steemit.com/steemit/@puncakbukit/seri-steemit-puncak-bukit-19-agustus-2018) Puncak Bukit (https://www.puncakbukit.net/) Laporan Olahraga (https://laporan-olahraga.blogspot.com/)
0.00
5
0

auderefoDiperbarui
Majunya Timnas U-16 Indonesia
0.00
12
9