Sepak bola / transfer

satriotomo
Mahalnya Biaya Agen di Liga Inggris
Agen atau perantara telah menjadi bagian tak terpisahkan dari industri sepakbola modern. Seorang pesepakbola membutuhkan pengalaman dan jaringan yang dimiliki agen untuk menemukan klub yang tepat untuknya, sedangkan di sisi yang lain klub juga membutuhkan agen untuk menemukan pemain yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk perannya mempertemukan pemain dan klub, agen mendapat bayaran yang sangat tinggi, setidaknya di Inggris. Dilansir dari BBC, klub-klub Premier League membayar lebih dari 260 juta poundsterling hanya untuk biaya agen sepanjang musim 2018-2019 ini, yang berarti terjadi kenaikan 49 juta poundsterling dari periode 12 bulan sebelumnya. Dari semua klub, Liverpool menjadi klub dengan pengeluaran terbesar untuk biaya agen, yaitu mencapai 43 juta poundsterling, disusul oleh Chelsea dengan 26 juta poundsterling, dan Manchester City dengan 24 juta poundsterling. Klub-klub Divisi Championship yang merupakan liga kasta kedua di Inggris menghabiskan total 50 juta poundsterling untuk biaya agen, naik sekitar 8 juta poundsterling dibanding tahun sebelumnya. Sekitar 35 persen dari total biaya agen tersebut dikeluarkan oleh Stoke City, Swansea, dan West Bromwich Albion yang pernah bermain di Premier League. Klub-klub League One yang merupakan liga kasta ketiga di Inggris menghabiskan 5,5 juta poundsterling untuk biaya agen dengan separuhnya dibelanjakan oleh Sunderland yang pernah bermain di Premier League. Sedangkan klub-klub League Two yang merupakan liga kasta keempat di Inggris menghabiskan 940 ribu poundsterling untuk biaya agen. Walau biaya agen meningkat, ternyata pengeluaran klub di bursa transfer menurun. Klub-klub berbelanja pemain lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Artinya, persentase komisi yang diterima agen dari tiap pembelian pemain meningkat. Tingginya biaya agen ini menimbulkan keresahan di industri sepakbola. Federasi Supporter Sepakbola Inggris mengatakan bahwa para supporter akan melihat angka tersebut sebagai sesuatu yang mengejutkan dan akan meminta transparasi yang lebih besar terkait penggunaan uang klub. Apalagi banyak klub-klub akar rumput yang berada di liga-liga yang lebih rendah tengah didera masalah keuangan. Secara keseluruhan, pada musim ini sepakbola Inggris menghabiskan sekitar 318 juta poundsterling untuk agen, naik 60 juta poundsterling dari musim sebelumnya. Namun demikian belanja pemain turun secara signifikan. Pada musim 2017-2018, total belanja pemain klub-klub Premier League mencapai 1,9 miliar poundsterling, sedangkan pada pada musim 2018-2019 angka tersebut turun menjadi 1,4 miliar poundsterling. Namun biaya agen justru naik, yang berarti komisi yang diterima agen dari tiap pembelian meningkat. Tingginya biaya agen di tengah kesulitan keuangan klub-klub di liga kasta rendah membuat Gary Neville, mantan pemain Timnas Inggris, mengusulkan agar FA menarik retribusi atas biaya agen yang hasilnya kemudian digunakan untuk membiayai sepakbola akar rumput. Jika komisi untuk agen dikenakan retribusi sebesar 10 persen saja, dengan biaya agen pada musim ini mencapai 318 juta poundsterling, maka akan didapat dana sebesar 31,8 juta poundsterling, yang tentu cukup untuk membiayai sepakbola akar rumput Inggris.
0.00
9
0