Sepak bola

Tren

satriotomo
Jose Mourinho Protes Perlakuan Media Kepadanya
Jose Mourinho. Sumber: Express Jose Mourinho rupanya cukup memperhatikan pemberitaan media kepada dirinya. Ia merasa bahwa perlakuan media Inggris kepada dirinya tidak adil. Mantan manajer Manchester United tersebut membandingkan perlakuan yang ia terima dengan yang diterima oleh Manajer Manchester City Pep Guardiola dan Manajer Liverpool Jurgen Klopp. Mourinho merasa bahwa semua media menunggunya berbuat salah dan kemudian memberitakannya besar-besaran. Ia menilai media menerapkan standar yang berbeda kepada dirinya. Ketika Klopp atau Guardiola melakukan sesuatu maka itu dianggap passion, namun ketika Mourinho melakukan hal yang sama maka media akan menulis ia tidak punya kontrol emosi. Baik Klopp maupun Mourinho memang kerap emosional dalam mengekspresikan diri di pinggir lapangan, bedanya media menganggap Klopp sebagai manajer yang passionate, sedangkan Mourinho dianggap sebagai manajer yang tidak punya kontrol emosi. Kasus yang paling baru adalah ketika Mourinho menendang dan membanting botol saat Manchester United menang melawan Young Boys di Liga Champions, sedangkan pada saat yang tidak jauh berbeda Klopp merangsek masuk lapangan memeluk Alisson menyambut gol Liverpool di Liga Primer. Namun Mourinho merasa media melaporkan dengan nada yang berbeda, Klopp dilaporkan sebagai manajer yang bergairah (passionate), sedangkan ia dilaporkan sebagai manajer yang emosional. Jose Mourinho membanting kerat botol. Sumber: The Sun Namun jika diperhatikan memang gestur Mourinho dan Klopp berbeda dalam menumpahkan emosinya. Kita bisa melihat gairah yang terpancar dari diri Klopp, sedangkan Mourinho hanya terkesan melampiaskan emosi saja. Selama ini Mourinho memang lekat dengan citra manajer kontroversial, hal tersebut pula yang ikut membesarkan namanya. Tidak heran jika kemudian media senang dan terkesan menunggu Mourinho melakukan hal kontroversial selanjutnya. Mourinho kerap menumpahkan emosinya di pinggir lapangan, ia juga kerap menyerang manajer-manajer lain, bahkan ia tidak segan mengritik pemainnya sendiri di media. Secara sadar ataupun tidak ia telah membangun personal branding sebagai manajer yang kontroversial. Dengan branding yang demikian tentu saja media menunggunya melakukan hal kontroversial lainnya. Namun rupanya kali ini Mourinho merasa gerah dengan citra yang dibangunnya sendiri itu. Atau ia hanya sedang sensitif saja setelah dipecat Manchester United?
0.00
5
0