Seni bela diri

Baru dan Patut Disimak

auderefo
Selalu Banyak Disalahgunakan
Seni bela diri, bukan membela diri sendiri agar menang dalam membela diri, jangan tinggalkan kata SENI dan jangan lupakan arti dari kata SENI tersebut, agar tulisan awal saya tadi tidak sesuai. Kenapa olahraga ini ada di selipkan kata seni di dalamnya, karena ada beberapa gerakan yang kita bisa lihat dalam seni bela diri ini mencerminkan keindahan dalam dunia pergelaran seni, saya rasa memang sangat indah untuk ditonton untuk banyak orang. Bukan mempertontonkan kekerasan tetapi keindahan, disini unik dari olahraga seni bela diri ini, memang agak sedikit terdengar kasar dalam judulnya, namun keistimewaan seni bela diri menjadi hal yang indah ketika di pertontonkan sesuai aturannya. Banyak orang menyalahgunakan kelebihan seni bela dirinya, karena hanya untuk memamerkan keistimewaan yang mereka rasa itu kekuatan untuk mereka juga mengikut serta dalam kelompok tertentu yang sebenarnya kelompok tersebut selalu mengajarkan hal yang positif dan tidak boleh di salah gunakan sembarangan. Tawuran dimana-mana dan unjuk kekuatan dimana-mana, saya mendapatkan pengalaman yang lumayan konyol dan lucu, bukan mau menjelekan suatu perguruan atau kelompok, tapi untuk individual yang saya rasa tidak dewasa mengikuti perguruan atau kelompok tersebut. Kota kecil tapi tidak sembarangan kota kecil, karena akses untuk ke kota besar sangat mudah dan gampang, karena berada di tengah tengah, yaitu kota Kertosono, yang sekarang lagi terkenal kareana pembangunan Toll yang meliputi kota ini. Kertosono memiliki banyak perguruan yang selalu bermusuhan, saya tidak tau secara persis, namum anggota-anggotanya yang selalu sembarangan melakukan tawuran yang merugikan warga sekitar lokasi tawuran, padahal mereka untuk ukuran umur sih saya rasa masih labil dan tidak mempunyai keberanian one by one, alias satu lawan satu. Umur mereka masih sekitar 14 sampai 18 tahun yang masih sangat labil untuk melakukan hal yang negatif, padahal sudah disediakan forum untuk bertanding fair, tapi tidak pernah mereka ikuti. Peran penting orang tua sangat harus di tonjolkan, karena bisa sangat bermanfaat untuk kedepannya dan memajukan seni beladiri ini nantinya. Kota kertosono selalu ramai dengan acar-acara yang disuguhkan untuk menghibur warga kota setempat, namun sesudah acara atau di tengah-tengah acara itu, selalu saja ada sang provokator agar tawuran disekitar berlangsung Entah apa yang dipikirkan anak-anak ini, namun saya rasa agar mereka di segani, malah saya rasa hal ini adalah hal konyol jika ingin di segani dengan cara seperti ini, saran saya sih perguruan-perguruan yang ada lebih teliti dalam melakukan penerimaan anggota baru, juga mempunyai hukuman bahkan tindak pencabutan anggota untuk mendapatkan respon positif untuk masyarakat sekitar. Adapun kerugian yang ditimbulkan oleh anggota yang tidak bertanggung jawab ini adalahKerusakan kaca-kaca rumah wargaBatu-batu besar berserakan di jalan raya yang dapat mengganggu lalu lintas setempatKeluarga merasa kehilangan jika hal buruk menimpa merekaKeluarga menjadi malu atas perbuatan mereka dan masih banyak yang lainnya yang dapat merugikan diri sendiri juga orang lain. Sedikit info tentang kertosono yang bisa saya jabarkan dimana jika kita ingin ke kota Kediri cuman memakan waktu 45 menit, ke kota Nganjuk 40 menit, ke kota Jombang 30 menit, ke kota Pare 35 menit, dengan adanya toll yang akan jadi sedikit lagi, jika ingin ke kota Surabaya kita hanya memerlukan waktu 1 jam, ke arah kota jawa tengah sekitar 2 jam, dan perjalan tersebut lebih singkat dibandingkan kita melakukan perjalanan tanpa menggunakan toll Kenapa kita tidak mengikuti kejuaraan atau lomba-lomba seni bela diri yang lebih bermanfaat ke kota-kota yang sangat dekat yang bisa kita ikuti untuk mendapatkan keseganan yang lebih positif lagi pastinya, dibandingkan mengikuti tawuran-tawuran yang tidak jelas. Tinggalakan saran dan komentar teman-teman agar saya bisa mengoreksi artikel ini, terima kasih.
0.00
4
2