Electronic Control Unit

Musim ini, Yamaha memang mengalami masa sulit. Jumlah kemenangan Yamaha dengan Honda begitu timpang. Yamaha hanya mampu memenangi satu seri balapan, sedangkan Honda memenangi sembilan seri balapan. Sedangkan mengacu kepada akhir klasemen, Marc Marquez, juara dunia MotoGP 2018, unggul poin cukup jauh dari Valentino Rossi. Marquez unggul 123 poin dari Valentino Rossi yang menempati posisi ketiga.

Salah satu hal yang menyebabkan kurang bersinarnya Yamaha musim ini yaitu perfoma perangkat elektronik. Perfoma perangkat elektronik yang biasa disebut ECU (Electronic Control Unit) ini memang telah dikeluhkan kedua pembalap tersebut sejak musim lalu. ECU menjadi salah satu komponen penting yang mempengaruhi perfoma motor. Kecanggihan teknologi ECU Yamaha disebut-sebut tertinggal oleh kecanggihan teknologi ECU milik Honda dan Ducati. Bahkan Lin Jarvis, selaku Bos Yamaha, pernah disebut-sebut meremehkan pentingnya ECU. Karenanya, ia tak terlalu menaruh perhatian serius terhadap ECU.

Cara kerja ECU yaitu mengolah berbagai data input yang mempengaruhi kontrol motor. Ambil contoh, motor sedang menikung. Saat motor menikung, sudut motor akan menjadi data input yang diolah menjadi kecepatan maksimal motor. Pembalap tak dapat memacu motor melebihi kecepatan maksimal yang telah ditetapkan saat menikung. Dengan demikian, menghindari pembalap terjatuh. Lin Jarvis, saat tes MotoGP di Sirkuit Ricardo Tomo berjanji akan membuat keputusan penting agar Yamaha lebih kompetitif pada MotoGP musim mendatang.

Kesimpulannya, adu balap MotoGP tak sebatas adu skil membalap untuk menjadi yang tercepat. Tetapi juga adu kecanggihan teknologi adu balap.