MotoGP

Panas

puncakbukit
Target Realistis Rossi
Berbicara mengenai perhelatan olahraga MotoGP, berbicara juga mengenai seorang Valentino Rossi. Pembalap asal Italia yang sulit terlepas dari nomor 46 ini telah mengoleksi sembilan gelar juara dunia dari berbagai kelas. Nah, seiring dengan semakin uzur usianya, kini Rossi telah berusia 39 tahun, Rossi menyadari bahwa ia memang kurang kompetitif. Terlebih, bila bersaing dengan para pembalap muda. Lalu, apa target sesungguhnya Rossi di MotoGP musim 2019/2020? Apakah ia ingin meraih gelar juara dunia ke-10? Rossi masih memiliki kontrak dengan Yamaha hingga tahun 2020. Bila Rossi menjuarai MotoGP musim 2019/2020, pembalap berjuluk The Doctor ini akan meraih gelar juara dunia ke-10. Namun, gelar juara prestisius tersebut bukanlah tujuannya. Pembalap berjuluk The Doctor ini menegaskan bahwa ia lebih berfokus membangun kuda besi tunggangannya agar menjadi lebih baik. “Saya tak terlalu memikirkan itu (gelar juara) karena tujuan utama kami yaitu bekerja keras sepanjang musim dingin untuk menciptakan motor kompetitif musim depan, terutama konsisten podium.”, tuturnya. Rossi pun menegaskan bahwa ia hanya ingin tampil sebaik mungkin dalam setiap seri balapan. “Sekarang saya hanya ingin mengakhiri balapan sebaik mungkin”, tutur Rossi. Memang, dalam dua musim MotoGP terakhir, tak dapat dipungkiri kuda besi Yamaha memang kurang kompetitif. Terlebih, bila dibandingkan dengan perfoma kuda besi Honda. Tim Movistar Yamaha pun seolah begitu sulit meraih podium. Selain itu, didera juga berbagai permasalahan. Rossi dan Vinales pun sering mengeluhkan kurang baiknya perfoma motor. Salah satu part yang disebut-sebut menyebabkan menurunnya perfoma Yamaha yaitu perangkat elektronik atau biasa disebut ECU (Electronic Control Unit). Kecanggihan teknologi ECU Yamaha disebut-sebut jauh tertinggal dibandingkan kecanggihan ECU tim Repsol Honda dan Ducati. Seiring juga dengan semakin uzur usianya, Rossi pun dikaitkan-kaitkan dengan pensiun. Menurut Palma, ibu kandungnya, Rossi akan pensiun bila ia benar-benar tak menikmati menunggang kuda besi. “Sampai dia tak menikmatinya”, tutur Palma. Ibu kandung Rossi ini pun memandang bahwa semangatnya belum pudar dalam memacu kuda besinya. “Suatu hari Rossi akan memutuskan, tapi sekarang dia masih terlibat”, tuturnya. Palma pun memandang bahwa anaknya tersebut sangat serius mengembangkannya motornya “Saya melihat dia sangat bersemangat dan terlibat dalam pengembangan Yamaha M1-nya”, tuturnya Kesimpulannya, dibandingkan berusaha keras meraih gelar juara ke-10, meningkatkan kemampuan kuda besinya memang menjadi target realistis baginya. Tentu saja, karena faktor usia. Semoga tim Yamaha berhasil mengatasi berbagai permasalahan. Dan juga, meskipun sebenarnya Rossi telah menginjak usia pensiun, semoga ia tetap menampilkan seluruh performa terbaiknya. Tentu saja, bila perfoma Yamaha membaik dan bila Rossi berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya, persaingan MotoGP menjadi tayangan yang semakin seru dan menghibur. Oleh: Rahadian (mas_rahadian@yahoo.co.id) Referensi:Harian Top Skor 7 Desember 2018 https://www.gridoto.com/read/01245539/pantesan-rossi-sampai-frustasi-ini-cara-kerja-ecu-di-motor-motogp?page=all https://sport.tempo.co/read/1060619/kapan-valentino-rossi-pensiun-dari-motogp-begini-jawaban-ibunya Gambar:https://cdn-7.motorsport.com/static/img/mgl/2100000/2120000/2129000/2129900/2129966/s8/motogp-sepang-february-testing-2015-valentino-rossi-yamaha-factory-racing.jpg Lihat juga:Seri Steemit Puncak Bukit (https://steemit.com/steemit/@puncakbukit/seri-steemit-puncak-bukit-19-agustus-2018) Puncak Bukit (https://www.puncakbukit.net/) Laporan Olahraga (https://laporan-olahraga.blogspot.com/)
0.00
5
1

puncakbukitDiperbarui
Teknologi Pakaian Pembalap MotoGP
0.00
5
1