MotoGP

Tren

puncakbukit
Tubuh Ringan dan Pendek Mempengaruhi Perfoma Membalap?
Dalam ajang World Superbike dan MotoGP yang dihuni pembalap-pembalap berkelas, yang juga merupakan dua ajang balap motor prestisius di dunia, tinggi dan berat pembalap motor memang begitu beragam. Lalu, untuk menjadi pembalap motor, apakah sebaiknya bertubuh jangkung dan lebih berat? Ataukah, sebaiknya mesti bertubuh pendek dan ringan? Berbicara mengenai pembalap pendek dan ringan, mesti berbicara mengenai Dani Pedrosa. Ia bertinggi badan 161 sentimeter. Sedangkan berat badannya 51 kg. Dani Pedrosa kini tak lagi menghiasi keseruan adu balap di lintasan. Pembalap asal Spanyol ini telah memutuskan pensiun dari perhelatan dan hingar bingar MotoGP. Meskipun pendek dan ringan, Pedrosa tampak tak begitu sulit mengendalikan motornya. Ia pun termasuk salah seorang pembalap yang diperhitungkan. Sebagai informasi, berat motor maksimal dalam ajang MotoGP yaitu 157 kg. Menurut Valentino Rossi, perbedaan tinggi badan memang akan menghasilkan perbedaan. Tubuh tinggi memang lebih menyulitkan pembalap mengendarai si kuda besi. Tinggi badan Valentino Rossi yaitu 182 sentimeter. “Tubuh tinggi sangat cocok untuk bermain basket tapi mengendarai motor MotoGP menjadi masalah besar”, tutur Rossi. Pembalap berjuluk The Doctor ini menuturkan bahwa tubuh tinggi pun menyebabkan ban belakang cepat habis. Sebabnya, tubuh tinggi menyebabkan tekanan ke ban belakang lebih kuat. “Tubuh tinggi lebih sulit untuk mempertahankan ‘nyawa’ ban belakang”, tuturnya. Namun, Rossi merasa beruntung karena berat badannya tidak besar. “Saya memang tinggi, namun saya beruntung karena berat badan saya tak besar”, tambahnya. “Saya harus berjuang agar tak lebih gemuk”. Berat badannya yaitu 65 kg. Rossi pun menuturkan bahwa semakin besar berat badan pembalap maka konsumsi bahan bakar akan lebih meningkat. “Berat badan yang besar mengkonsumsi lebih banyak bahan bakar sehingga motor akan menjadi lebih lamban”, tuturnya. Lebih jauh, berat badan bila ditinjau lebih dalam, memang mempengaruhi perfoma membalap. Motor akan lebih berat saat dipacu. Selain itu, membutuhkan energi lebih besar saat meremnya. Chaz Davies, pembalap Ducati di ajang World Superbike, menuturkan hal berbeda dengan Valentino Rossi terkait pengaruh tinggi badan saat membalap. Menurutnya, ada beberapa kelebihan baik menjadi pembalap bertubuh tinggi ataupun bertubuh pendek. Davies bertinggi badan 183 centimeter. “Ada banyak keuntungan menjadi pembalap tinggi, tetapi menurut saya ada juga keuntungan menjadi pembalap pendek”, tuturnya. Kesimpulannya, tinggi dan berat badan seorang pembalap memang menjadi hal yang mempengaruhi performanya saat membalap. Namun, tak ada rumus baku yang dapat digunakan untuk menentukan tinggi dan berat badan pembalap yang ideal. Bila tinggi dan berat badan menjadi masalah, seorang pembalap profesional tentunya mesti mampu mengatasi. Bila tinggi dan berat badan menjadi keuntungan, seorang pembalap profesional tentunya memahami bagaimana mengoptimalkannya. Oleh: Rahadian (mas_rahadian@yahoo.co.id) Referensi:https://www.crash.net/motogp/feature/208952/1/how-big-is-too-big-for-motogp https://www.autosport.com/motogp/news/139821/rossi-my-height-a-disadvantage-against-vinales Gambar:https://d2d0b2rxqzh1q5.cloudfront.net/sv/1.67/dir/3f4/image/3f476366c92fb6f69592481993be9019.jpg Lihat juga:Seri Steemit Puncak Bukit (https://steemit.com/steemit/@puncakbukit/seri-steemit-puncak-bukit-19-agustus-2018) Puncak Bukit (https://www.puncakbukit.net/) Laporan Olahraga (https://laporan-olahraga.blogspot.com/)
0.00
8
0

puncakbukitDiperbarui
Teknologi Pakaian Pembalap MotoGP
0.00
5
1